Ia lalu menegaskan kembali, "Tidak perlu memberikan beras dilempar-lempar dari helikopter."
Menurutnya, tindakan itu bukan hanya tidak efektif, tetapi juga mencederai rasa kemanusiaan.
Bantuan, kata Firman, seharusnya hadir sebagai penguat, bukan menambah kekhawatiran baru bagi warga.
Sindiran soal Pencitraan: Bantuan Bukan Ajang Show-Off
Dalam kritik lanjutannya, Firman Soebagyo juga menyinggung fenomena pencitraan yang kerap muncul saat pejabat turun ke lokasi bencana.
Ia mengingatkan agar pemberian bantuan tidak berubah menjadi ajang pertunjukan visual yang viral di media sosial.
Firman memberi contoh bagaimana Ketua DPR yang datang langsung menyerahkan bantuan tanpa gestur berlebihan.
"Bu Ketua kemarin datang langsung menyerahkan. Enggak perlu ada yang pencitraan dipanggul dan sebagainya," ujarnya.
Pesan ini bukan sekadar kritik, tetapi juga sindiran halus agar pejabat lebih fokus pada substansi.
Menurutnya, yang dibutuhkan warga adalah bantuan nyata, bukan performa simbolik.
Narasi ini menggugah perdebatan lebih luas soal etika pejabat di lapangan.
Puan Maharani: Distribusi Lewat Udara Perlu Dievaluasi
Di sisi lain, Ketua DPR RI Puan Maharani juga memberi perhatian serius terhadap metode pemberian bantuan dari udara.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil Bicara Blak-Blakan Soal Dana untuk Lisa Mariana, Inilah 7 Hal yang Bikin Kasusnya Semakin Panas!
Kargo Technologies Melaju Lebih Bersih! Elektrifikasi Total 2035, Armada Ribuan EV, dan Kolaborasi Raksasa untuk Logistik Hijau
BRI Kembali Unjuk Gigi! Holding Ultra Mikro Antar BRI Raih Penggerak Sektor Keuangan 2025 dan Dorong UMKM Naik Kelas
DevFest Bandung 2025 Pecah! 2 Ribu Peserta Padati Auditorium, AI dan Cloud Jadi Bintang Utama Seharian Penuh
Penyitaan Dianggap Melawan Hukum, Jaga Marwah Gugat Satgas BLBI dan Minta KPK Turun Tangan