Pemerintah menekankan pentingnya kecepatan karena penyakit seperti diare bisa menyebar dalam hitungan jam.
Selain dokter, stok obat juga sudah disiapkan untuk tiga penyakit utama.
Langkah terpadu ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin bergerak cepat, tepat, dan terukur.
7. Ancaman Penyakit Pascabanjir Masih Tinggi
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus juga memberikan peringatan keras tentang munculnya penyakit pascabanjir.
Ia menyebut beberapa penyakit yang rawan muncul seperti leptospirosis dan diare.
Benjamin mengatakan, “Kami datang akan mengatur strategi supaya pemerintah daerah akan disupport oleh pemerintah pusat, baik obat-obatan apa yang perlu akan kami drop ke sana.”
Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat siap memperkuat daerah yang kewalahan.
Ia menambahkan, "Setelah nyawa diselamatkan, mencari korban, baru biasanya, setelah ini kan sekarang sarana prasarana hancur, maka kita akan lakukan sesuai dengan bidangnya.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa fase pasca-evakuasi tidak boleh dianggap selesai begitu air surut. Justru di sinilah risiko kesehatan meningkat tajam.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada gelombang penyakit baru setelah banjir mereda.***
Artikel Terkait
Firman Soebagyo hingga Puan, Bantuan Bencana Jangan Jadi Ajang Pencitraan
Kayu Gelondongan Melintas Setelah Bencana? Titiek Soeharto: ‘Saya Sedih, Miris, dan Marah’
Ketika Jaringan Umum Tumbang Satelit BRI Justru Menyala, Begini Cara Layanan Tetap Terjaga di Tengah Bencana
Ironi! Presiden Prabowo Banggakan Kelapa Sawit di Tengah Situasi Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra
Saat Media Berusaha Tetap Bernafas, Apa Saja yang Dibedah di Seminar Nasional MSF 2025?