KLIK SAJA - Tim gabungan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih belum berhenti sejak bencana menghantam wilayah tersebut.
Setiap jam terasa penting karena masih ada ratusan warga yang belum ditemukan.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, “pada Jumat, 5 Desember 2025, tim gabungan menemukan 31 jenazah korban banjir dan longsor.”
Temuan ini menambah panjang daftar duka yang membentang dari pantai hingga pegunungan.
Baca Juga: Saat Media Berusaha Tetap Bernafas, Apa Saja yang Dibedah di Seminar Nasional MSF 2025?
Walaupun kelelahan tak terhindarkan, tim penyelamat tetap bekerja seperti mesin yang tak boleh berhenti.
Situasi lapangan yang penuh lumpur dan akses terputus membuat operasi terasa seperti maraton tak berujung.
Namun, setiap korban yang ditemukan, hidup ataupun tidak, menjadi pengingat mengapa pencarian ini tidak boleh terhenti.
Total 867 Korban Meninggal, 521 Masih Hilang
Dalam rilis terbarunya, BNPB menyebut total korban meninggal dari tiga provinsi mencapai 867 orang.
Angka ini bukan sekadar data, tetapi potret pilu keluarga yang kini kehilangan tumpuan hidup.
Abdul Muhari menjelaskan, “Sumatera Utara adalah 312 korban meninggal dunia dan masih 133 dalam pencarian.”
Sementara di Aceh, angka korban melonjak drastis setelah penemuan 20 jenazah dalam satu hari.
Artikel Terkait
Alasan Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Aceh dan Sumatra Utara
Viral! Petugas BNPB Aceh Utara Menangis Ungkap Banyak Bayi dan Lansia Kelaparan di Lokasi Bencana, Imbas Bantuan Belum Kunjung Datang
Benang Kusut Dana Rp100 Miliar! Maming, PBNU, Audit GPAA, dan Langkah KPK yang Kini Jadi Sorotan Publik
Info Warga Semarang! Jadwal Keberangkatan Kapal Pelni di Pelabuhan Tanjung Emas Periode Desember 2025, Lengkap Harga Tiketnya!
Dari Ratusan Korban Jiwa hingga Jalur Terputus, Mengurai Fakta Banjir-Longsor Sumatera dan Respons Cepat Pemerintah