Tanpa pendekatan ini, banyak wilayah akan terpaksa menunggu berhari-hari.
BBM Dikirim Pakai Pesawat Perintis
Selain kebutuhan pangan dan medis, BBM menjadi kebutuhan krusial di lapangan.
BNPB menyebut Pertamina telah mengirim “1.000 liter biosolar dan 1.000 liter Pertalite” sebagai tahap awal.
Baca Juga: PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Apa Hubungannya dengan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra?
Pengiriman dilakukan menggunakan pesawat perintis menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Ini akan sangat membantu mobilitas, baik untuk tim gabungan di lapangan maupun masyarakat,” ujar Abdul.
Di lokasi yang jalannya putus, kendaraan roda dua dan empat masih menjadi alat vital pengangkut bantuan lanjutan.
Kehadiran BBM ibarat napas tambahan yang menjaga ritme operasi tetap berjalan.
Tanpa itu, tim penolong akan kehilangan daya jelajah untuk membantu lebih banyak wilayah.***
Artikel Terkait
Alasan Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Aceh dan Sumatra Utara
Viral! Petugas BNPB Aceh Utara Menangis Ungkap Banyak Bayi dan Lansia Kelaparan di Lokasi Bencana, Imbas Bantuan Belum Kunjung Datang
Benang Kusut Dana Rp100 Miliar! Maming, PBNU, Audit GPAA, dan Langkah KPK yang Kini Jadi Sorotan Publik
Info Warga Semarang! Jadwal Keberangkatan Kapal Pelni di Pelabuhan Tanjung Emas Periode Desember 2025, Lengkap Harga Tiketnya!
Dari Ratusan Korban Jiwa hingga Jalur Terputus, Mengurai Fakta Banjir-Longsor Sumatera dan Respons Cepat Pemerintah