“Total korban meninggal di Aceh menjadi 345 orang, dengan 174 orang masih masuk dalam daftar pencarian,” tambahnya.
Sumatera Barat pun tak luput dari duka dengan tambahan korban dari Agam dan Padang Panjang.
Di balik angka-angka ini, terlihat betapa beratnya skala bencana yang sedang dihadapi.
Desa-Desa Menjadi Kota Tenda Darurat
Lebih dari 849 ribu orang kini hidup di pengungsian, angka yang menunjukkan betapa masifnya dampak bencana ini.
Sumatera Utara mencatat 51.433 jiwa pengungsi, sementara Aceh mencapai angka mencengangkan, 775.346 jiwa.
Sumatera Barat menambah 22.354 jiwa yang harus meninggalkan rumah mereka.
Bayangkan ratusan ribu orang yang kini tidur di tikar tipis, berbagi ruang, berbagi keresahan, dan berharap hari esok lebih ramah.
Pengungsian tidak hanya soal bertahan hidup, tetapi juga tentang menjaga harapan tetap menyala.
Semakin lama tinggal, semakin besar risiko kesehatan, keamanan, hingga psikologis.
Karena itu, distribusi bantuan yang cepat sangat menentukan kualitas hidup warga selama masa darurat ini.
Baca Juga: Kayu Gelondongan Melintas Setelah Bencana? Titiek Soeharto: ‘Saya Sedih, Miris, dan Marah’
Jalan-Jalan yang Putus Mulai Dibuka untuk Memecah Kebuntuan Logistik
Setelah beberapa hari lumpuh, akses darat di sejumlah titik perlahan mulai kembali terbuka.
Artikel Terkait
Alasan Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Aceh dan Sumatra Utara
Viral! Petugas BNPB Aceh Utara Menangis Ungkap Banyak Bayi dan Lansia Kelaparan di Lokasi Bencana, Imbas Bantuan Belum Kunjung Datang
Benang Kusut Dana Rp100 Miliar! Maming, PBNU, Audit GPAA, dan Langkah KPK yang Kini Jadi Sorotan Publik
Info Warga Semarang! Jadwal Keberangkatan Kapal Pelni di Pelabuhan Tanjung Emas Periode Desember 2025, Lengkap Harga Tiketnya!
Dari Ratusan Korban Jiwa hingga Jalur Terputus, Mengurai Fakta Banjir-Longsor Sumatera dan Respons Cepat Pemerintah