KLIK SAJA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengirim pesan keras namun jernih kepada seluruh mitra MBG, jangan sekali-kali memecat relawan.
Meski jumlah penerima manfaat mengalami penyesuaian, pemerintah ingin memastikan dapur tetap hidup dan ekonomi lokal tetap berputar.
Dari Cilacap, Nanik merinci alasan, solusi, hingga temuan lapangan yang membuat BGN mengambil sikap tegas.
Larangan PHK Jadi Garis Merah BGN
BGN menegaskan bahwa relawan dapur MBG tidak boleh di-PHK dalam kondisi apa pun, bahkan ketika jumlah penerima manfaat mengalami penurunan.
Pesan ini disampaikan Nanik S. Deyang di hadapan para mitra dan SPPG di Cilacap.
Ia menegaskan bahwa relawan adalah tulang punggung program, bukan sekadar “tenaga tambahan”.
Ketika relawan diberhentikan, yang hilang bukan hanya tenaga kerja, tetapi juga stabilitas dapur.
MBG dirancang untuk menjadi program yang tahan banting baik dari sisi gizi maupun ekonomi.
Karena itu, memecat relawan dianggap bertentangan dengan semangat program.
Sikap tegas ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia tak boleh dilakukan dengan menyingkirkan manusia lainnya.
MBG Bukan Cuma Gizi, Tapi Ekonomi yang Harus Terus Hidup
Artikel Terkait
Dari Ratusan Korban Jiwa hingga Jalur Terputus, Mengurai Fakta Banjir-Longsor Sumatera dan Respons Cepat Pemerintah
Ridwan Kamil Bicara Blak-Blakan Soal Dana untuk Lisa Mariana, Inilah 7 Hal yang Bikin Kasusnya Semakin Panas!
Kargo Technologies Melaju Lebih Bersih! Elektrifikasi Total 2035, Armada Ribuan EV, dan Kolaborasi Raksasa untuk Logistik Hijau
BRI Kembali Unjuk Gigi! Holding Ultra Mikro Antar BRI Raih Penggerak Sektor Keuangan 2025 dan Dorong UMKM Naik Kelas
DevFest Bandung 2025 Pecah! 2 Ribu Peserta Padati Auditorium, AI dan Cloud Jadi Bintang Utama Seharian Penuh