Pemerataan dianggap jauh lebih penting daripada sekadar angka tinggi di satu titik.
Dengan distribusi yang lebih proporsional, kualitas makanan dan pelayanan dipastikan lebih terjaga.
Kuota Dapur Tidak Sinkron dan Melonjak Tajam
Nanik mengungkap temuan yang cukup mengejutkan dari Kabupaten Banyumas.
Baca Juga: Indonesia Negara Paling Dermawan? Penanganan Bencana Sumatera Jadi Bukti Nyata di Lapangan
Secara resmi, kuota SPPG hanya 154, tetapi setelah dicek lapangan ternyata muncul 227 titik. Ketidaksesuaian ini menunjukkan adanya kecenderungan “bertumbuh liar” tanpa koordinasi.
Kondisi lain yang membuatnya khawatir adalah satu kecamatan bisa menangani hingga 16 ribu penerima manfaat dengan hanya 6 dapur.
Anehnya, justru masih disetujui pembangunan 5 dapur baru di sana.
Menurut Nanik, hal ini bukan hanya menimbulkan rebutan penerima manfaat, tetapi juga mengacaukan perencanaan anggaran dan distribusi.
Karena itu, BGN menegaskan akan segera menertibkan dapur-dapur yang melampaui kuota resmi.
Penerapan Sistem “At Cost” untuk Honor Relawan
Untuk mencegah PHK, BGN menerapkan mekanisme “at cost”, yaitu penggantian biaya berdasarkan bukti pengeluaran riil.
Baca Juga: Indonesia Negara Paling Dermawan? Penanganan Bencana Sumatera Jadi Bukti Nyata di Lapangan
Nanik menyebut mekanisme ini sangat membantu dapur yang merasa berat menanggung honor saat penerima manfaat berkurang.
Dengan skema ini, seluruh pengeluaran yang ada kuitansi, faktur, atau tiket resmi akan diganti.
Artikel Terkait
Dari Ratusan Korban Jiwa hingga Jalur Terputus, Mengurai Fakta Banjir-Longsor Sumatera dan Respons Cepat Pemerintah
Ridwan Kamil Bicara Blak-Blakan Soal Dana untuk Lisa Mariana, Inilah 7 Hal yang Bikin Kasusnya Semakin Panas!
Kargo Technologies Melaju Lebih Bersih! Elektrifikasi Total 2035, Armada Ribuan EV, dan Kolaborasi Raksasa untuk Logistik Hijau
BRI Kembali Unjuk Gigi! Holding Ultra Mikro Antar BRI Raih Penggerak Sektor Keuangan 2025 dan Dorong UMKM Naik Kelas
DevFest Bandung 2025 Pecah! 2 Ribu Peserta Padati Auditorium, AI dan Cloud Jadi Bintang Utama Seharian Penuh