Tidak ada margin keuntungan, tetapi dapur tetap bisa berjalan tanpa harus mengorbankan relawan.
Ia menegaskan akan ada tim pemeriksa untuk memverifikasi seluruh bukti pengeluaran agar sistem tetap transparan.
Mekanisme ini juga mendorong dapur lebih tertib administrasi. Intinya, dapur tetap menyala tanpa ada yang kehilangan pekerjaan.
Pemerataan Jadi Fokus Pembenahan Besar BGN Tahun Ini
BGN melihat bahwa ketidakseimbangan jumlah dapur dan penerima manfaat bukan sekadar masalah teknis, tetapi masalah pemerataan.
Baca Juga: Bahlil Sebut Izin Tambang Bisa Dicabut jika Terbukti Merusak Lingkungan di Sumatera
Ketika satu wilayah kelebihan dapur dan wilayah lain kekurangan, maka kualitas pelayanan jadi timpang.
Nanik menilai pemerataan adalah kunci keberlanjutan program. Ke depan, pembenahan ini akan dilakukan menyeluruh, termasuk pendataan ulang titik dapur.
BGN juga akan memperketat persetujuan pembangunan dapur baru.
Dengan langkah ini, diharapkan tidak ada lagi kecamatan yang “banjir dapur” sementara kecamatan lain justru tidak tersentuh.
Pemerataan yang baik memastikan manfaat gizi dan ekonomi benar-benar merata.
1,9 Juta Lapangan Kerja dan Turunnya Kemiskinan
DEN mencatat MBG mampu menciptakan hingga 1,9 juta lapangan kerja bila dijalankan dengan roll out yang tepat.
Angka ini bukan kecil—ini adalah potret bagaimana program gizi mampu menggerakkan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Dari Ratusan Korban Jiwa hingga Jalur Terputus, Mengurai Fakta Banjir-Longsor Sumatera dan Respons Cepat Pemerintah
Ridwan Kamil Bicara Blak-Blakan Soal Dana untuk Lisa Mariana, Inilah 7 Hal yang Bikin Kasusnya Semakin Panas!
Kargo Technologies Melaju Lebih Bersih! Elektrifikasi Total 2035, Armada Ribuan EV, dan Kolaborasi Raksasa untuk Logistik Hijau
BRI Kembali Unjuk Gigi! Holding Ultra Mikro Antar BRI Raih Penggerak Sektor Keuangan 2025 dan Dorong UMKM Naik Kelas
DevFest Bandung 2025 Pecah! 2 Ribu Peserta Padati Auditorium, AI dan Cloud Jadi Bintang Utama Seharian Penuh