Selain itu, MBG berkontribusi menurunkan kemiskinan ke angka 5,8 persen.
Arief Anshori Yusuf menegaskan bahwa program ini pro-job dan pro-kerakyatan.
Artinya, relawan dapur adalah bagian dari rantai ekonomi yang sangat besar.
Kehilangan tenaga mereka berarti merusak ekosistem yang sudah terbentuk.
Karena itu, mempertahankan relawan adalah bagian dari mempertahankan dampak positif program di tingkat nasional.
MBG Kini Menjangkau Lebih Banyak Kelompok Rentan
Saat ini, MBG tidak hanya menyasar siswa sekolah saja. Program ini telah diperluas ke kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, anak putus sekolah, anak jalanan, dan anak pemulung.
Perluasan ini menunjukkan bahwa MBG bukan sekadar intervensi gizi, tetapi intervensi kemanusiaan.
Relawan dapur menjadi ujung tombak yang memastikan makanan layak sampai ke tangan yang tepat.
Tanpa mereka, rantai distribusi akan terputus dan kelompok rentan terabaikan.
Nanik menekankan bahwa keberhasilan MBG bergantung pada manusia yang menggerakkannya.
Karena itu, PHK sama sekali bukan pilihan yang sejalan dengan semangat program.***
Artikel Terkait
Dari Ratusan Korban Jiwa hingga Jalur Terputus, Mengurai Fakta Banjir-Longsor Sumatera dan Respons Cepat Pemerintah
Ridwan Kamil Bicara Blak-Blakan Soal Dana untuk Lisa Mariana, Inilah 7 Hal yang Bikin Kasusnya Semakin Panas!
Kargo Technologies Melaju Lebih Bersih! Elektrifikasi Total 2035, Armada Ribuan EV, dan Kolaborasi Raksasa untuk Logistik Hijau
BRI Kembali Unjuk Gigi! Holding Ultra Mikro Antar BRI Raih Penggerak Sektor Keuangan 2025 dan Dorong UMKM Naik Kelas
DevFest Bandung 2025 Pecah! 2 Ribu Peserta Padati Auditorium, AI dan Cloud Jadi Bintang Utama Seharian Penuh