Bantuan Terlambat dan Anggaran Daerah Menipis, Iqbal Ungkap Urgensi Penetapan Bencana Nasional di Sumatera

photo author
- Selasa, 9 Desember 2025 | 04:33 WIB
Bantuan Terlambat dan Anggaran Daerah Menipis, Iqbal Ungkap Urgensi Penetapan Bencana Nasional di Sumatera (Psikolog Muhammad Iqbal turut buka suara mengenai usulan bencana nasional di Sumatera. (YouTube/Bambang Widjojanto))
Bantuan Terlambat dan Anggaran Daerah Menipis, Iqbal Ungkap Urgensi Penetapan Bencana Nasional di Sumatera (Psikolog Muhammad Iqbal turut buka suara mengenai usulan bencana nasional di Sumatera. (YouTube/Bambang Widjojanto))

KLIK SAJA - Psikolog dan Associate Professor Universitas Paramadina, Muhammad Iqbal, menilai bahwa langkah paling masuk akal saat ini adalah menetapkan musibah di Sumatera sebagai bencana nasional.

Menurutnya, status tersebut bukan semata-mata simbolis, tetapi kunci agar pemerintah pusat bisa segera menurunkan regulasi bantuan yang lebih cepat dan terarah.

Ia menegaskan, “Bencana nasional kan maksudnya bukan hanya seluruh Indonesia, tapi ini hanya bagian dari secara ketatanegaraan dan resources bisa diturunkan.”

Iqbal ingin publik memahami bahwa status itu justru membuka pintu logistik, dana, dan kewenangan ekstra bagi negara.

Baca Juga: Perang Dunia Berdampak ke Harga BBM? Prabowo Ungkap Pentingnya Kemandirian Energi dalam Situasi Global Tak Stabil

Dengan kata lain, ini bukan soal drama politik, tetapi soal efisiensi penyelamatan warga.

Penetapan ini juga akan mempermudah koordinasi antarlembaga, yang selama ini kerap terhambat birokrasi.

Dalam konteks darurat, makin cepat pemerintah bertindak, makin besar peluang warga bertahan.

Lambatnya Bantuan di Lapangan Memperlihatkan Urgensi Status Darurat

Iqbal menceritakan langsung pengalamannya saat turun ke Langkat pascabanjir.

Warga yang ia temui bercerita bahwa bantuan baru tiba setelah tiga hari, itu pun tidak menjangkau semua penduduk.

Baca Juga: Aturan Usia Medsos Diperketat, PSE Kini Bisa Disanksi Jika Kebobolan Pengguna Anak di Bawah Umur

“Dan yang mereka ceritakan adalah setelah 3 hari kejadian, baru bantuan datang dan itu pun tidak menyeluruh,” tuturnya.

Dari cerita itu, ia melihat ada jeda waktu yang terlalu panjang antara bencana dan respons pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X