KLIK SAJA - Menjelang Ramadhan, banyak orang mulai merasakan perubahan suasana hati yang agak sulit dijelaskan.
Kadang semangat, tapi tiba-tiba mudah sensitif. Ada yang cepat kesal, gampang baper, atau merasa emosinya lebih “tipis” dari biasanya.
Padahal, kondisi ini bukan sekadar lebay atau kurang bersyukur.
Secara psikologi dan kebiasaan tubuh, masa transisi menuju puasa memang sering memengaruhi mood. Berikut beberapa alasan yang jarang disadari.
1. Otak Sedang Masuk Fase Adaptasi Rutinitas Baru
Menjelang puasa, pikiran kita mulai mempersiapkan perubahan jadwal hidup.
Baca Juga: Memahami Perbedaan Pola Diet Intermittent Fasting dan Puasa Ramadan
Dari yang biasanya makan bebas, tiba-tiba harus menyesuaikan sahur dan berbuka.
Otak manusia sebenarnya tidak terlalu suka perubahan mendadak. Proses adaptasi ini membuat emosi jadi lebih mudah naik turun.
Bahkan tanpa sadar, tubuh sudah “siaga” menghadapi pola baru.
Ini sebabnya mood sering terasa tidak stabil sebelum Ramadhan benar-benar dimulai.
Baca Juga: Belum Puasa Tapi Sudah Lelah? Ini yang Biasa Terjadi Sebelum Bulan Ramadhan
2. Ekspektasi Ramadhan Kadang Diam-Diam Membebani
Ramadhan sering dipandang sebagai bulan yang harus sempurna ibadah meningkat, hati lebih sabar, hidup lebih teratur.
Artikel Terkait
Jam Kulitmu Mengelupas? Simak 8 Tips Merawatnya Agar Selalu Awet, Klasik dan Elegan
Tak Perlu Bamburuncing, Begini Cara Jadi Pahlawan di Era Digital
Mengenal Self Policing, Cara Anak Sekolah Belajar Kontrol Diri dan Hadapi Tekanan Tanpa Kekerasan
4 Ciri Pembeda Nasi Goreng Khas Indonesia dengan Versi Negara Lainnya
Intip Peringkat Kecakapan Berbahasa Inggris di ASEAN: Indonesia di Peringkat Berapa Ya?