KLIK SAJA - Jam tangan dengan tali kulit selalu menjadi simbol gaya klasik yang tak lekang oleh waktu.
Tali kulit pada jam tangan seolah memberikan pesan bahwa pemiliknya memiliki selera yang tinggi.
Selain menambahkan kesan elegan pada penampilan, jam tangan kulit juga merupakan investasi fashion yang berharga.
Namun, berbeda dengan tali berbahan logam, tali kulit cenderung lebih sensitif—mudah retak, mengeras, berubah warna atau bahkan mengeluarkan aroma tak sedap jika tidak dirawat dengan benar.
Agar jam tangan kesayanganmu tetap awet dan tampak seperti baru, ikuti panduan perawatan berikut ini:
- Hindari Air dan Jaga Kelembapan
Musuh utama tali kulit adalah air. Kulit memiliki pori-pori yang mudah menyerap cairan, sehingga jika terkena air, tali bisa melar, berubah bentuk, atau bahkan menjadi sarang jamur.
Tips: Lepas jam tangan saat mandi, berenang, atau mencuci tangan.
Jika tali terlanjur basah, segera lap dengan kain lembut dan biarkan mengering alami di udara terbuka—jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung.
- Awas Sinar Matahari
Panas berlebih dapat membuat kulit kering, kaku, dan warnanya memudar. Oleh karena itu, hindari meninggalkan jam tangan di dasbor mobil atau dekat jendela yang terpapar sinar matahari.
Baca Juga: Tips Mudah Membuat Undangan Digital dari HP: Instan, Rapi, dan Siap Dibagikan!
- Beri Waktu “Bernapas”
Jangan memakai jam tangan yang sama setiap hari. Memberi waktu istirahat memungkinkan kelembapan alami (keringat) di tali untuk menguap sepenuhnya.
Idealnya, milikilah beberapa jam tangan yang bisa digunakan secara bergantian agar tali kulit tetap awet.
- Bersihkan Secara Berkala
Debu dan keringat dapat menumpuk di permukaan kulit. Bersihkan dengan kain microfiber lembap (bukan basah) seminggu sekali. Untuk pembersihan mendalam, gunakan leather cleaner atau sabun bayi yang sangat ringan.
Jangan lupa, servis mesin jam secara rutin di tempat tepercaya untuk memastikan kinerjanya tetap optimal.