Semua itu membuat pikiran terasa lebih penuh. Ketika stimulus sosial meningkat, emosi pun lebih cepat bereaksi.
Mood jadi gampang naik turun karena kita memproses banyak hal sekaligus.
Bahkan orang yang biasanya santai pun bisa ikut merasa lebih sensitif.
Lingkungan punya peran besar dalam hal ini. Mood yang gampang berubah menjelang puasa bukan tanda kamu lemah atau tidak siap.
Baca Juga: Tips Terbang Surabaya–Denpasar Januari 2026, Jam Favorit Ini Bikin Perjalanan Bisnis Jadi Nyaman
Itu adalah reaksi alami tubuh dan pikiran yang sedang beradaptasi dengan perubahan besar bernama Ramadhan karena yang penting, beri ruang untuk diri sendiri, jaga tidur, kurangi tekanan berlebihan, dan ingat bahwa transisi ini memang proses.
Ramadhan bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang pelan-pelan menjadi lebih baik.***
Artikel Terkait
Jam Kulitmu Mengelupas? Simak 8 Tips Merawatnya Agar Selalu Awet, Klasik dan Elegan
Tak Perlu Bamburuncing, Begini Cara Jadi Pahlawan di Era Digital
Mengenal Self Policing, Cara Anak Sekolah Belajar Kontrol Diri dan Hadapi Tekanan Tanpa Kekerasan
4 Ciri Pembeda Nasi Goreng Khas Indonesia dengan Versi Negara Lainnya
Intip Peringkat Kecakapan Berbahasa Inggris di ASEAN: Indonesia di Peringkat Berapa Ya?