Keberadaan klorat dalam makanan dan minuman bukanlah hal baru.
Pada 2014, laboratorium kontrol resmi menemukan kandungan ini secara tidak sengaja.
Setahun kemudian, EFSA memperingatkan bahwa kadar klorat dalam makanan dan air minum cukup tinggi dan bisa berdampak pada kesehatan, terutama bagi bayi dan anak-anak.
Dampak kesehatan akibat paparan klorat mencakup gangguan tiroid akibat terganggunya penyerapan yodium.
Efek jangka panjangnya dapat menyebabkan gangguan produksi sel darah merah serta perubahan pada komposisi sumsum tulang.
Wanita hamil dengan gangguan fungsi tiroid juga termasuk kelompok berisiko.
Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko (BfR) menjelaskan bahwa natrium dan kalium klorat dulunya digunakan sebagai herbisida, tetapi penggunaannya dalam produk perlindungan tanaman dan biosida kini dilarang di Uni Eropa.
Para ahli menyebutkan bahwa klorat dapat muncul sebagai produk sampingan dari penggunaan zat berbasis klorin dalam proses pembersihan atau desinfeksi.
Baca Juga: Perdana! Donald Trump Datangi Los Angeles, Upaya Atasi Bencana Kebakaran Hutan dan Pemukiman
Jalur utama masuknya klorat ke dalam makanan adalah melalui proses pengolahan air yang sebelumnya telah diberi produk biosida berbasis klorin.
Sejumlah makanan yang sering ditemukan mengandung klorat antara lain:
Sayuran beku
Jus buah
Selada
Rempah-rempah
EFSA menekankan bahwa konsumsi klorat secara berulang dapat menimbulkan kekhawatiran kesehatan, terutama pada kelompok anak-anak yang mengalami defisiensi yodium.
Oleh karena itu, regulasi mengenai kadar klorat dalam makanan dan minuman terus diawasi untuk mengurangi risiko kesehatan di masyarakat.
Sementara itu, selain negara-negara yang disebutkan di atas tidak ada penarikan produk Coca-Cola, termasuk di Indonesia.***
Artikel Terkait
Warga Tepi Barat Suka Cita Sambut 200 Tahanan Palestina Yang Dibebaskan Dalam Gencatan Senjata
Donald Trump Bertemu Gubernur California Saat Melawat ke Lokasi Kebakaran LA: Kita akan Memperbaikinya
Warga Gaza Utara Mulai ‘Long March’ Kembali Kampung Halaman Yang Hancur Lebur
Perusahaan AI DeepSeek Asal China Guncang AS, Trump Peringatkan Industri Teknologi
Republik Demokratik Kongo Krisis Kemanusiaan, Pemerintah Kewalahan Hadapi Kekejaman Pemberontak M23