Brutal! Militer Israel Berani Serang Markas Unifil PBB di Lebanon Selatan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 24 November 2024 | 20:05 WIB
Pasukan Unifil PBB sedang bergerak di Lebanon Selatan (Getty Images)
Pasukan Unifil PBB sedang bergerak di Lebanon Selatan (Getty Images)

KLIK SAJA - Badan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan mengatakan setidaknya empat tentaranya  yang berasal dari perwakilan Italia, terluka dalam serangan roket di salah satu pangkalannya.

Tentara Italia dibawa ke rumah sakit dengan mengalami luka-luka setelah pangkalan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (Unifil) di Shama, Lebanon barat daya, diserang oleh dua roket 122 mm, kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Unifil mengatakan roket tersebut kemungkinan diluncurkan oleh pihak Militer IDF Israel yang berusaha membalas serangan Hizbullah.

Baca Juga: Serangan Udara Israel Gempur Suriah Tengah, Tewaskan 68 Korban Jiwa

Hizbullah belum mengomentari pernyataan Unifil, tetapi kelompok itu mengatakan pihaknya menembakkan salvo roket ke pasukan Israel di sebelah barat Shama pada hari Jumat pagi.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan "kemarahan yang mendalam" atas berita tersebut dan mengatakan serangan seperti itu "tidak dapat diterima".

Serangan terbaru ini merupakan serangan ketiga yang menghantam pangkalan Unifil di Shama dalam seminggu.

Bahkan dilaporkan beberapa Pasukan Perdamaian PBB asal Indonesia juga mengalami serangan ‘tak bertuan’ tersebut.

Pada hari minggu lalu, Unifil berujar pangkalan tersebut rusak akibat tembakan roket yang kemungkinan dilakukan oleh IDF Israel.

Dilansir dari BBC, dilaporkan bahwa serangan hari itu menghantam sebuah bunker dan area logistik milik Unifil PBB.

Salah satu bangunan yang terkena kebakaran terbakar tetapi segera dipadamkan, kata badan tersebut.

Baca Juga: Ketika Panen Zaitun Warga Palestina dibawah Todongan Senjata Tentara Israel dan Pembatasan

Unifil menuduh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dan dalam beberapa kasus Hizbullah dan afiliasinya, melakukan peningkatan jumlah serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sejak Israel memulai serangan darat ke Lebanon selatan pada tanggal 30 September yang menargetkan Hizbullah.

Hizbullah dan Israel telah saling serang hampir setiap hari di perbatasan semenjak peristiwa Oktober 2023, bersamaan ketika pejuang Hamas menyerang di wilayah Israel selatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X