KLIK SAJA - Setidaknya 36 orang tewas dan 50 lainnya terluka dalam serangan udara Israel terhadap bangunan perumahan dan kawasan industri di kota Palmyra, Suriah tengah, berita tersebut dilansir dari media pemerintah Suriah melaporkan pada Rabu (20/11/2024).
Kantor berita Sana mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa jet Israel menyerang dari arah perbatasan Yordania di selatan sekitar siang hari dan serangan itu menyebabkan kerusakan material yang signifikan.
Dilansir dari BBC, kelompok pemantau yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa serangan itu menghantam depot senjata dan lokasi lain di dalam dan sekitar wilayah tempat keluarga pejuang milisi yang didukung Iran berada, menewaskan 68 pejuang Suriah dan asing.
Baca Juga: Ketika Panen Zaitun Warga Palestina dibawah Todongan Senjata Tentara Israel dan Pembatasan
Militer Israel sendiri hingga kini belum mengkonfirmasi serangan tersebut.
Israel sebelumnya mengakui telah melancarkan ratusan serangan dalam beberapa tahun terakhir terhadap target-target di Suriah yang menurutnya terkait dengan Iran dan kelompok-kelompok bersenjata sekutu seperti Hizbullah.
Serangan Israel di Suriah dilaporkan lebih sering terjadi sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023, sebagai tanggapan atas serangan lintas perbatasan di Israel utara oleh Hizbullah dan kelompok lain di Lebanon dan Suriah.
Foto yang diunggah di media sosial setelah serangan hari Rabu tampak memperlihatkan tiga kolom besar asap hitam mengepul dari wilayah Palmyra.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, mengutip sumbernya di lapangan yang mengatakan bahwa jet tempur Israel menyerang tiga lokasi di kota itu.
Dua di antaranya berada di lingkungan al-Jamiya, termasuk depot senjata di dekat zona industri yang dihuni oleh keluarga pejuang yang didukung Iran berkebangsaan Irak dan negara asing lainnya, katanya.
Baca Juga: Peristiwa Terkini, Israel Gempur Lagi Gaza Utara, Tewaskan 34 Korban Sipil
Lokasi ketiga berada di dekatnya dan menargetkan pertemuan yang dihadiri oleh para pemimpin milisi yang didukung Iran yang berbasis di Palmyra dan gurun sekitarnya serta para pemimpin kelompok Irak Nujaba dan Hizbullah, tambahnya.
SOHR awalnya melaporkan bahwa 41 orang tewas, tetapi kemudian mengatakan jumlah korban tewas meningkat menjadi 68.
Laporan itu mengidentifikasi mereka sebagai 42 anggota milisi Suriah yang didukung Iran, dan 22 anggota asing, sebagian besar dari Nujaba, serta empat anggota Hizbullah Lebanon.