wisata

Tradisi Berburu Takjil di Pasar Mambo Sungai Penuh Saat Bulan Ramadan

Minggu, 15 Februari 2026 | 00:15 WIB
Kondisi Pasar Mambo di Sungai Penuh (youtube)

Kreativitas ini memberi warna segar pada tren kuliner lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Menariknya lagi, Pasar Mambo mencerminkan keberagaman budaya yang hidup harmonis di Kota Sungai Penuh.

Para pedagang justru berasal dari beragam latar belakang etnis—Kerinci, Minangkabau, Jawa, Sunda, hingga Batak.

Baca Juga: Mengenal Pakat Khas Mandailing, Menu Takjil Ramadan Terbuat dari Rotan Muda

Perbedaan itu justru menjadi kekuatan, memperkaya ragam cita rasa dan mempererat persaudaraan. Pasar tradisional ini pun menjelma menjadi ruang interaksi sosial dan budaya yang sarat nilai toleransi.

Bagi banyak keluarga, berkunjung ke Pasar Mambo telah menjadi tradisi tahunan. Mereka datang bersama, berburu takjil sambil menikmati waktu berkualitas menjelang berbuka.

Komunitas-komunitas lokal pun kerap menjadikannya tempat berkumpul dan berbagi kebaikan.

Bahkan, tak sedikit pengunjung dari luar kota yang sengaja datang untuk merasakan suasana khas yang hanya hadir setahun sekali ini.

Pada akhirnya, Pasar Mambo bukan sekadar pasar Ramadan. Ia adalah denyut kehidupan masyarakat Kota Sungai Penuh—tempat di mana rasa, budaya, ekonomi, dan nilai-nilai kebersamaan berpadu dalam suasana penuh berkah.***

Halaman:

Tags

Terkini