Mengenal Tradisi Sasi Nggama di Perairan Kaimana, Upaya Konservasi Laut dengan Kearifan Lokal

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 8 Juni 2026 | 10:39 WIB
Pelepasan Janur Kelapa dalam Tradisi Sasi Nggama di Kaimana (Pesona Papua)
Pelepasan Janur Kelapa dalam Tradisi Sasi Nggama di Kaimana (Pesona Papua)

Tradisi ini tidak hanya dijalankan oleh masyarakat Pulau Siawatan, tetapi juga dipraktikkan oleh komunitas Suku Koiwai di Pulau Namatota, Pulau Adijaya, dan Pulau Kambala (Pulau Besar).

Keberlanjutan tradisi ini menunjukkan kuatnya kesadaran masyarakat pesisir dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Sasi Nggama merupakan contoh nyata konservasi berbasis kearifan lokal yang telah diterapkan jauh sebelum konsep pengelolaan sumber daya alam modern diperkenalkan.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa masyarakat adat memiliki pengetahuan dan mekanisme sendiri untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Lebih dari sekadar aturan adat, Sasi Nggama mencerminkan rasa hormat masyarakat pesisir terhadap alam yang telah menjadi sumber kehidupan mereka selama berabad-abad.

Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya mengambil manfaat dari laut, tetapi juga memberikan kesempatan bagi alam untuk memulihkan dirinya.

Keberadaan Sasi Nggama juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga Kawasan Konservasi Perairan Kaimana, salah satu kawasan laut dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Manibob di Pulau Biak, Sistem Rekanan Dagang Tradisional yang Merekatkan Ikatan Sosial

Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kaimana menyimpan kekayaan ekosistem laut yang luar biasa. Perairan ini menjadi rumah bagi sekitar 937 spesies ikan dan 492 jenis karang, menjadikannya salah satu kawasan konservasi laut terpenting di Indonesia.

Selain memiliki kekayaan spesies yang melimpah, kawasan ini juga menyimpan beragam ekosistem penting, mulai dari terumbu karang, pantai berpasir, pantai berbatu, pantai berlumpur, hingga kawasan estuari yang menjadi tempat berkembang biaknya berbagai organisme laut.

Perairan Kaimana juga dikenal sebagai habitat berbagai spesies laut yang terancam punah. Beberapa di antaranya adalah hiu paus (Rhincodon typus), paus Bryde (Balaenoptera brydei), lumba-lumba punggung bongkok Indo-Pasifik (Sousa chinensis), serta dugong (Dugong dugon).

Tidak hanya kaya akan keanekaragaman hayati, kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah yang tinggi.

Di sejumlah tebing pesisir Kaimana terdapat lukisan prasejarah yang menjadi jejak kehidupan manusia masa lampau dan menambah nilai penting kawasan ini sebagai warisan alam sekaligus warisan budaya.

Sasi Nggama menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan modern.

Kearifan lokal yang tumbuh dari pengalaman dan pengetahuan masyarakat adat juga mampu menjadi instrumen efektif dalam menjaga keberlanjutan alam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X