KLIK SAJA - Di pesisir Kaimana, Papua Barat, masyarakat Suku Koiwai telah mewariskan sebuah tradisi yang menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam.
Tradisi tersebut dikenal sebagai Sasi Nggama, sebuah sistem adat yang mengatur pemanfaatan sumber daya laut sekaligus melindunginya dari eksploitasi berlebihan.
Bagi masyarakat Koiwai, laut bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga keberlangsungannya.
Melalui Sasi Nggama, masyarakat menetapkan wilayah-wilayah tertentu yang untuk sementara waktu ditutup dari aktivitas penangkapan hasil laut.
Masa penutupan ini memberikan kesempatan bagi berbagai biota laut untuk tumbuh, berkembang biak, dan memulihkan populasinya secara alami.
Salah satu pelaksanaan Sasi Nggama yang masih dijaga hingga kini dapat ditemukan di Pulau Siawatan.
Setelah bertahun-tahun ditutup, wilayah laut yang berada dalam status sasi akan dibuka kembali melalui prosesi adat yang sarat makna.
Pembukaan sasi diawali dengan pencabutan tanda larangan berupa janur kelapa yang telah dipasang di lokasi tersebut selama hampir empat tahun.
Prosesi ini dilakukan oleh pemilik atau pemegang hak sasi sebagai simbol berakhirnya masa perlindungan kawasan.
Setelah dicabut, janur kelapa tersebut dicelupkan ke laut sebanyak tiga kali. Tindakan ini menandai bahwa wilayah yang sebelumnya tertutup kini secara resmi dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
Pembukaan Sasi Nggama umumnya berlangsung selama satu minggu atau lebih. Dalam periode tersebut, masyarakat memanfaatkan hasil laut yang selama bertahun-tahun telah berkembang dan terjaga di kawasan sasi.
Sasi Nggama merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Suku Koiwai, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir Kaimana.
Tradisi ini berfokus pada pengelolaan dan pemanfaatan beberapa komoditas laut bernilai ekonomi tinggi, seperti lola (Trochus niloticus), teripang (Holothuroidea), dan siput batu laga (Turbo marmoratus).
Ketiga jenis biota laut tersebut menjadi sumber penghidupan penting bagi masyarakat Pulau Siawatan dan wilayah sekitarnya.