Andong Via Temu Kidul, Yang Katanya Miniatur Thekelan Tapi Bikin pendaki Pemula Seperti Saya Menyesal!

photo author
Nikmaturrahmaniya, Klik Saja
- Senin, 20 April 2026 | 17:45 WIB

Kliksaja.id - Pada akhir 2025 kemarin, gunung Andong kembali membuka jalur lama yang sempat mati suri, Temu Kidul.

Jargon yang digunakan pun cukup menarik “miniaturnya Merbabu Via Thekelan.” Sebagai pendaki dengan tingkat penasaran level akut, tentu membuat saya tergiur menjajal.

Bayangkan, kamu bisa merasakan sensasi mendaki gunung Merbabu via Thekelan hanya dalam jangka waktu dua jam-an saja.

Hemat biaya, hemat tenaga, sensasinya sama! Tapi justru pemikiran inilah yang akhirnya membuat saya menyesal.

Harapan Palsu Di Pos Satu Dan Pos Dua

Awal pendakian menuju pos satu dan pos dua semua terkendali dan cukup masuk akal. Meski sempat menemui beberapa titik jalan becek akibat hujan semalaman yang cukup ambisius membasahi bumi Magelang.

Tapi sebagai pendaki dengan kesombongan purna, becek-becek seperti itu hanya hiasan belaka.

Dan di sisi ini, saya mulai mencari makna dari slogan “miniatur Thekelan” kalau dari segi jalur, rasanya terlalu biasa.

Jika dari sabananya sepertinya tak seindah video-video di Reels Instagram. hingga keangkuhan itu terjawab di kilometer selanjutnya.

Baca Juga: Wisata Umbul Songo Kopeng Magelang, Ada Air Terjun Keringnya!

Saat mulai menjajaki jalur menuju pos 3, nyatanya keramahan Temu Kidul harus berakhir, track terjalnya enggak beretika.

Ada spot bebatuan besar yang estetik kalau di foto tapi butuh efort untuk melintasinya. Tapi gongnya baru terasa saat melewati jalur menuju puncak dengan sebutan Geger Boyo.

Sesuai namanya, jalur ini memang seperti punggung buaya, sempit, kanan kiri jurang butuh fokus kalau nggak mau celaka.

Tapi di titik ini juga penulis menyadari, wajar jika disebut miniaturnya Thekelan, pemandangannya nggak kaleng-kaleng. Ada sensasi tersendiri yang nggak bisa didapatkan Via Sawit ataupun Pendem.

Hukum Alam Yang Terbalik

Jika di dua pendakian sebelumnya waktu turun cenderung lebih cepat ketimbang saat naik. Maka, di Temu Kidul hukum alam seolah terbalik, butuh dua Jam untuk merayap ke puncak dan tiga Jam untuk kembali ke darat.

Entah karena getaran kaki saya yang menghambat langkah atau memang jalurnya yang ngajak ribut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nikmaturrahmaniya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X