Festival Dugderan Semarang 2026: Rangkaian Acara, Makna Budaya dan Wisata Pasar Rakyat

photo author
- Minggu, 15 Februari 2026 | 05:38 WIB
Festival Dugderan Semarang 2026: Rangkaian Acara, Makna Budaya dan Wisata Pasar Rakyat (Instagram )
Festival Dugderan Semarang 2026: Rangkaian Acara, Makna Budaya dan Wisata Pasar Rakyat (Instagram )

KLIK SAJA - Kota Semarang kembali bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H lewat tradisi tahunan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sosial dan budaya masyarakatnya, Dugderan.

Tradisi ini dipandang bukan sekadar penyambutan puasa, tetapi merupakan simbol akulturasi dan kebersamaan lintas budaya yang telah mengakar kuat di kota tersebut.

Tahun 2026 ini festival Dugderan dirancang lebih meriah dengan tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi”, menggambarkan karakter kota yang inklusif dan harmonis.

Rangkaian Dugderan mencakup pasar rakyat, pawai budaya, sampai ritual tradisional yang melibatkan warga dari berbagai latar belakang.

Baca Juga: Pemkot Semarang Dorong Dugderan Jadi Warisan Budaya Nasional, Tradisi Jelang Ramadan yang Selalu Dinanti

Upacara ini menjadi ajang bertemunya tradisi keagamaan, kearifan lokal, dan ekspresi budaya populer masyarakat Semarang.

Tidak hanya sekadar ritual tahunan, Dugderan kini juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya sekaligus momentum mempererat solidaritas sosial.

Tradisi Dugderan: Simbol Akulturasi Budaya dan Kebersamaan Warga

Tradisi Dugderan merupakan festival tahunan masyarakat Kota Semarang dalam rangka menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa Dugderan bukan hanya ritual seremonial, tetapi juga simbol akulturasi budaya yang kuat antara berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, tradisi ini menjadi ruang terbuka yang mempertemukan kekayaan budaya lokal sambil mempererat persaudaraan di antara warga beragam latar sosial dan agama.

Baca Juga: Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 Semarang Digelar 7 Sampai16 Februari! Ini Lokasi, Parkir, dan Info Pengalihan Arus

Dugderan dirancang sebagai ajang contextual meeting point dimana semua orang merasa menjadi bagian dari perayaan bersama.

Dengan tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi”, festival ini kembali menegaskan karakter inklusif Kota Semarang di tengah keberagaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X