opini

Sejarah Perkembangan Moda Transportasi di Jakarta: Mulai Dari Era Trem Kuda Hingga Jalur Bawah Tanah MRT

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:22 WIB
Ilustrasi sejarah moda transportasi di Jakarta (gemini ai)

KLIK SAJA - Tak banyak yang menyadari bahwa sejarah transportasi publik di Jakarta telah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka.

Mulai dari jalur rel trem pada era kolonial hingga jaringan MRT dan LRT modern saat ini, Jakarta telah menjadi laboratorium hidup yang terus bereksperimen dalam membangun sistem mobilitas perkotaan.

Bahkan, banyak inovasi transportasi yang lahir di ibu kota kemudian menjadi rujukan bagi kota-kota lain di Indonesia.

Perjalanan panjang itu bermula pada tahun 1869 ketika Batavia memperkenalkan trem kuda sebagai moda angkutan umum pertama.

Kehadiran trem kuda menandai lahirnya sistem transportasi massal modern di Asia Tenggara, sekaligus menjadi fondasi awal mobilitas perkotaan yang lebih teratur.

Seiring perkembangan zaman, trem bertenaga kuda kemudian digantikan oleh trem uap dan trem listrik.

Pada masanya, moda ini dianggap revolusioner karena mampu mengangkut penumpang dengan lebih cepat dan efisien di sepanjang jalur-jalur utama kota.

Trem tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian penting dari perencanaan kota kolonial yang menghubungkan kawasan bisnis, pelabuhan, pusat pemerintahan, dan permukiman penduduk.

Memasuki era kemerdekaan, wajah transportasi Jakarta mulai berubah. Bus kota, oplet, bajaj, dan mikrolet menjadi tulang punggung mobilitas warga.

Baca Juga: Apa Kabar Tol Laut Pak Jokowi? Apakah Sudah Berhasil Menyatukan Pulau Kawasan 3T di Nusantara?

Berbagai moda tersebut memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari, meskipun saat itu sistem transportasi belum terintegrasi secara menyeluruh.

Di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat, keterbatasan infrastruktur, regulasi yang belum memadai, serta meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi membuat Jakarta perlahan memasuki era kemacetan kronis.

Jalan-jalan utama yang semula mampu menampung pergerakan masyarakat mulai kewalahan menghadapi lonjakan jumlah kendaraan dari tahun ke tahun.

Kesadaran akan perlunya perubahan besar mulai menguat pada awal 2000-an. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian meluncurkan TransJakarta pada tahun 2004, yang menjadi sistem Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara.

Halaman:

Tags

Terkini