opini

Analisis Konflik Thailand-Kamboja: Tinjauan Rivalitas Budaya Thai dan Khmer

Minggu, 27 Juli 2025 | 21:06 WIB
ilustrasi Thailand dan Kamboja (deposit photos)

KLIK SAJA – Selayaknya Indonesia dan Malaysia kerap berseteru masalah klaim kebudayaan, ternyata ada negara Asia Tenggara lainnya yang jauh lebih sengit tentang persaingan rivalitas ini .

Kedua negara rival itu adalah Thailand dan Kamboja, yang dalam seminggu terakhir sedang berkonflik militer di perbatasan.

Konflik militer yang terjadi bukan sekedar perebutan wilayah semata, namun memang kebencian secara kultural sudah terbentuk sejak lama.

Meskipun kedua negara memiliki hubungan sejarah dan budaya yang erat, ikatan ini justru kerap menjadi sumber ketegangan.

Mulai dari sengketa Candi Preah Vihear hingga perdebatan daring mengenai asal-usul warisan budaya bersama, tarik-menarik ini telah berlangsung selama puluhan tahun.

Candi Preah Vihear sendiri hingga kini menjadi rebutan klaim wilayah diantara keduanya.

Walau secara umum antarnegara tampak bersahabat dan harmonis, hubungan antarmasyarakat justru menyuguhkan cerita berbeda.

Hal ini sebagian besar disebabkan oleh klaim masing-masing pihak bahwa unsur-unsur budaya tertentu berasal dari negara mereka, mulai dari seni bela diri hingga tarian dan kostum tradisional, mirip-mirip konflik Indonesia-Malaysia.

Salah satu konflik mencuat pada ajang SEA Games 2023 di Kamboja, ketika tuan rumah menghapus cabang olahraga Muay Thai dan menggantinya dengan versi lokal mereka, Kun Khmer, sebagai cabang resmi, memicu protes dari pihak Thailand.

Persaingan budaya antara kedua negara ini hanyalah puncak dari gunung es, dan memang akhirnya meletus konflik militer perbatasan.

Banyak yang menganggap sejarah sebagai pemicu utama dari fenomena ini, namun sejauh mana sejarah benar-benar membentuk persepsi di kedua pihak? Apakah ada faktor lain yang mendasari konflik ini?

Warga Thailand menyebut fenomena sengketa budaya ini dengan istilah “Claimbodia”, yang digunakan untuk menyerang warga Kamboja yang dianggap berupaya mengklaim budaya Thailand sebagai bagian dari warisan budaya Kamboja.

Sebaliknya, sebagian warganet Kamboja menuduh Thailand telah mencuri warisan budaya Kamboja.

Kedua belah pihak memiliki semangat “hiper-nasionalisme”, yang dipicu oleh akses mudah terhadap narasi sejarah nasionalis masing-masing.

Halaman:

Tags

Terkini