Analisis Konflik Thailand-Kamboja: Tinjauan Rivalitas Budaya Thai dan Khmer

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 27 Juli 2025 | 21:06 WIB
ilustrasi Thailand dan Kamboja (deposit photos)
ilustrasi Thailand dan Kamboja (deposit photos)

Interaksi antara warga Thailand dan Kamboja secara umum terbatas.

Oleh karena itu, dinamika budaya antara kedua negara ini tidak begitu terlihat oleh masyarakat Thailand, berbeda halnya dengan hubungan antara Thailand dan Laos, yang memiliki bahasa serupa dan lebih terekspos pada budaya pop Thailand.

Belum lagi hambatan bahasa membuat warga Thailand dan Kamboja merasa saling berjauhan.

Perdebatan seputar isu budaya dan wilayah sangat aktif, terutama di media sosial seperti Facebook, di mana anak muda dari kedua negara sangat aktif.

Namun, sebagian diskusi tersebut tidak didasarkan pada kajian sejarah yang solid.

Banyak klaim tidak memiliki bukti yang kuat atau dipengaruhi oleh propaganda tanpa sumber yang jelas.

Sejatinya, warisan budaya Thailand dan Kamboja sejak lama dibentuk oleh pertukaran dan pengaruh lintas budaya, jauh sebelum batas wilayah modern terbentuk.

Pembentukan negara-bangsa Thailand dan Kamboja menjadi titik balik yang memperjelas batas identitas nasional masing-masing. Setelah batas wilayah ditetapkan, klaim lintas batas mulai muncul.

Dua faktor tambahan yang mendorong konflik di media sosial antara kedua negara: narasi sejarah dan pengalaman serta persepsi masa kini.

Kamboja memiliki karya sastra terkenal berjudul Pantan Ta Mas ("Nasihat Kakek Mas"), yang disebarkan dengan dukungan penjajah Prancis pada awal abad ke-20.

Isinya menggambarkan pandangan dan pengalaman seorang pria tua pada masa Perang Annam-Siam, atau perang besar antara Siam (kini Thailand) dan Vietnam pada abad ke-19, ketika Kamboja menjadi medan pertempuran dan mengalami penderitaan hebat.

Dalam buku ini, Siam digambarkan sebagai kekuatan oportunis yang berusaha mengeksploitasi Kamboja.

Intervensi Prancis digambarkan sebagai titik balik yang mencegah invasi Siam dan membawa perdamaian serta kemakmuran bagi Kamboja.

Narasi ini, yang ditegaskan dan disebarluaskan oleh pihak Prancis, memainkan peran besar dalam membentuk pandangan warga Kamboja terhadap Thailand.

Sementara itu, dalam sejarah versi Thailand, Kamboja sering digambarkan sebagai pihak antagonis, namun dengan status yang lebih rendah dibanding Burma (Myanmar).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X