Relasi ekonomi antara Solo Raya dan Kedungsapur sangat erat, mulai dari sektor logistik, distribusi barang, pariwisata, hingga pendidikan tinggi.
Memisahkan Surakarta dari Jawa Tengah justru bisa memperlemah sinergi ini, menciptakan hambatan administratif dan memperlambat arus ekonomi.
- Legitimasi Pemangku Adat Monarki Masih Lemah
Salah satu alasan pembentukan Daerah Istimewa Surakarta adalah status historisnya sebagai wilayah kerajaan, seperti Yogyakarta.
Namun, realitas politik internal Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran saat ini jauh berbeda dari soliditas Kesultanan Yogyakarta.
Perselisihan internal, lemahnya pengaruh sosial politik, serta keterbatasan rekam jejak dalam pemerintahan daerah membuat para pemangku adat Surakarta belum cukup kuat untuk menjadi basis pemerintahan istimewa.
Tanpa fondasi monarki yang solid, status "daerah istimewa" akan rawan konflik internal dan resistensi dari rakyat.
- Solo, Pusat Budaya Jawa Tengah
Secara kultural, Surakarta adalah jantung budaya Jawa Tengah. Seni tari, keraton, batik, gamelan, hingga berbagai tradisi ritual banyak terpusat di Solo.
Jika Surakarta berdiri sebagai provinsi terpisah, ada kekhawatiran bahwa ikatan budaya antara Solo dan daerah-daerah lain di Jawa Tengah akan melemah.
Identitas Jawa Tengah itu sendiri selama ini sebagian besar dibangun dari kekuatan budaya Solo. Membentuk provinsi baru dikhawatirkan justru akan memecah dan memperlemah pelestarian budaya Jawa secara keseluruhan.
Haruskah?
Wacana pembentukan Daerah Istimewa Surakarta memang berakar dari romantisme sejarah dan semangat otonomi daerah.
Namun, dalam dunia modern yang menuntut efisiensi, sinergi ekonomi, dan stabilitas sosial, setiap langkah harus dikalkulasi dengan matang.
Belum lagi, suara masyarakat lokal — terutama generasi muda Solo — yang banyak menolak gagasan ini, menunjukkan bahwa kebutuhan hari ini berbeda dengan masa lalu.
Daripada membentuk provinsi baru, barangkali memperkuat otonomi dan mengangkat potensi budaya dan ekonomi Surakarta dalam kerangka Jawa Tengah adalah jalan tengah yang lebih rasional.
Apakah Surakarta sebaiknya tetap menjadi bagian dari Jawa Tengah atau menjadi provinsi baru? Jawaban akhirnya tetap berada di tangan rakyat Solo Raya itu sendiri.***