opini

Ketika Ramadan Hanya Diliputi Nafsu Berburu Takjil dan Belanja Baju Baru

Rabu, 5 Maret 2025 | 16:16 WIB
ilustrasi orang ramai berburu takjil (kompas)

KLIK SAJA - Bulan Ramadan seharusnya menjadi waktu yang penuh makna, di mana umat Muslim berlomba-lomba dalam kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa di era modern ini, Ramadan sering kali disalahartikan sebagai ajang pemenuhan hawa nafsu, seperti berburu takjil mewah atau belanja baju baru secara berlebihan.

Hal ini bisa terlihat banyaknya postingan di sosial media, dimana banyak orang selalu disibukkan mencari takjil mewah hingga ke hotel dan berburu diskon pakaian lebaran.

Baca Juga: Buruan Daftar Lur! Mudik Gratis Bareng PT Bio Farma 2025, Catat Jalur, Jadwal dan Link Daftarnya!

Sehingga saat berpuasa justru lupa jalankan shalat fardhu dan shalat tarawih hanya untuk memenuhi hawa nafsu tersebut.

Padahal, esensi Ramadan sejatinya adalah bagaimana melatih diri untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Mari kita renungkan kembali makna atau khittah Ramadan yang sesungguhnya melalui pandangan Islam.

Ramadan Seharusnya Melatih dan Membelenggu Hawa Nafsu

Ramadan adalah bulan di mana umat Muslim diwajibkan berpuasa untuk melatih diri menahan hawa nafsu. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk keinginan duniawi yang berlebihan. Rasulullah SAW bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ
"Puasa adalah perisai. Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berkata kotor atau berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencaci atau memeranginya, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'"
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa puasa seharusnya menjadi sarana untuk mengendalikan hawa nafsu, termasuk nafsu untuk berlebihan dalam hal duniawi seperti berburu takjil mewah atau belanja baju baru.

Ramadan seharusnya menjadi waktu untuk introspeksi diri dan mengurangi ketergantungan pada hal-hal material.

Ramadan Seharusnya Membawa Manusia Saling Peduli

Selain melatih diri untuk menahan hawa nafsu, Ramadan juga seharusnya menjadi momen untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Halaman:

Tags

Terkini