Rasulullah SAW adalah teladan dalam hal berbagi dan peduli terhadap orang lain, terutama di bulan Ramadan. Beliau bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ
"Barangsiapa yang memberi bukaan kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun."
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini mengajarkan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dengan sesama, bukan malah sibuk memenuhi keinginan pribadi.
Baca Juga: Alasan Kenapa Orang Berlomba-lomba Berbagi Makanan di Bulan Ramadan, Lengkap Landasan Fiqhnya
Alih-alih menghabiskan uang untuk belanja baju baru atau takjil mewah, kita bisa menggunakan rezeki kita untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin, anak yatim, atau mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ramadan seharusnya menjadi bulan yang penuh makna, di mana kita melatih diri untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Jangan sampai Ramadan hanya diliputi oleh nafsu berburu takjil mewah atau belanja baju baru, yang justru bertentangan dengan esensi puasa itu sendiri.
Mari kita kembali kepada ajaran Rasulullah SAW, yang mengajarkan bahwa puasa adalah sarana untuk mengendalikan hawa nafsu dan berbagi dengan sesama.
Semoga Ramadan tahun ini membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT. Selamat menunaikan ibadah puasa!