opini

Program Makan Bergizi Gratis Sukses, Penjual Makanan Kantin Sekolah Merana

Jumat, 10 Januari 2025 | 18:10 WIB
ilustrasi kantin sekolah yang mulai sepi pembeli (SMKN 1 Karangdadap)

KLIK SAJA - Ria Mulyani, seorang penjual bakso di kantin SMPN 2 Kepanjen, Malang tampak pasrah omset penjualannya menurun drastis ketika program makan bergizi gratis diberlakukan pada awal Januari 2025 ini.

Kepada wartawan ia menuturkan, sebenarnya ia sangat mendukung program yang diinisiasi oleh presiden Prabowo Subianto tersebut.

Namun di sisi lain, dirinya yang merupakan pedagang kecil, merasa terdampak imbas program makan bergizi, yaitu menurunnya minat siswa membeli dagangannya.

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Panduan Makan Bergizi Gratis Bagi Para Santri di Pesantren

Hal yang dirasakan Ria Mulyani juga dirasakan oleh banyak penjual makanan kantin sekolah di seluruh Indonesia.

Salah satu dampak langsung dari pemberian makanan bergizi gratis di sekolah adalah berkurangnya jumlah siswa yang membeli makanan di kantin sekolah.

Sebelum adanya program ini, siswa yang tidak membawa bekal atau yang tidak mendapatkan makan dari rumah akan membeli makanan di kantin untuk memenuhi kebutuhan mereka selama jam sekolah.

Namun, dengan adanya makanan bergizi gratis, siswa tidak lagi merasa perlu untuk membeli makanan tambahan di kantin sekolah, karena mereka sudah mendapatkan makanan yang disediakan oleh sekolah.

Pihak penjual makanan kantin sekolah biasanya mengandalkan penjualan makanan dan minuman pada saat hari pembelajaran berlangsung.

Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Pakai Susu Ikan, Nelayan Bakal Naik Kelas

Selain mengurangi jumlah pembeli, program makan bergizi gratis juga mempengaruhi pola konsumsi siswa.

Sebagian besar siswa yang sebelumnya membeli makanan ringan atau minuman manis di kantin kini beralih ke menu yang disediakan oleh program makan gratis.

Hal ini juga berdampak pada jenis produk yang dijual di kantin.

Dengan pengurangan konsumsi makanan yang tidak sehat, kantin mungkin perlu beradaptasi dengan menawarkan jenis makanan yang lebih sehat, tetapi hal ini seringkali memerlukan investasi tambahan yang tidak mudah.

Halaman:

Tags

Terkini