Meski IMB bukan jaminan mutlak keamanan, dokumen tersebut merupakan syarat penting agar setiap tahap pembangunan diawasi oleh pihak berwenang.
Proses perizinan idealnya disertai peer review oleh ahli konstruksi untuk memastikan rancangan memenuhi standar keselamatan.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi dunia teknik sipil: izin bangunan harus diberikan hanya setelah melewati penilaian yang ketat, transparan, dan komprehensif.
Keselamatan Anak Harus Jadi Prioritas
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aris Adi Leksono, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan evaluasi total terhadap keselamatan fasilitas pendidikan.
“Regulasi sudah ada, tapi yang sering lemah adalah implementasi dan pengawasannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, bangunan pendidikan harus memenuhi standar kelayakan yang menjamin keselamatan anak-anak sebagai prioritas utama.
Hikmah dari Tragedi Al Khoziny
Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa keselamatan tidak boleh diabaikan dalam setiap tahap pembangunan.
Gedung pendidikan bukan sekadar tempat belajar, melainkan tempat melindungi masa depan generasi muda.
Pengawasan ketat, perencanaan matang, dan kepatuhan terhadap standar teknis harus menjadi komitmen bersama — agar tidak ada lagi nyawa yang melayang di bawah reruntuhan bangunan yang seharusnya menjadi tempat menuntut ilmu.***