Apa Itu Epstein Files? Apa Hubungannya Dengan Masa Lalu Kelam Donald Trump?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 28 September 2025 | 01:21 WIB
Foto masa lalu Donald Trump dan Jeffrey Epstein, beserta ilustrasi Epstein Files (berbagai sumber)
Foto masa lalu Donald Trump dan Jeffrey Epstein, beserta ilustrasi Epstein Files (berbagai sumber)

KLIK SAJA – Di tengah sorotan tajam gaya ugal-ugalan Donald Trump dalam memimpin Amerika Serikat, ia tengah mendapat perhatian tentang keterkaitannya pada skandalEpstein Files’.

Apa itu Epstein Files? Kenapa publik Amerika Serikat sangat perhatian dengan kasus ini? Dan apa hubungannya dengan Donald Trump?

Epstein Files adalah sebuah dokumen dugaan berisi nama-nama klien keuangan berprofil tinggi yang berkerjasama dengan Jeffrey Epstein—seorang  finansier asal Amerika Serikat sekaligus terpidana pelaku pelecehan seksual anak dan penyalur prostitusi.

Jika untuk mudah dipahami, Jeffey Epstein bisa diibaratkan adalah ‘makelar’ finansial para pembesar dunia, utamanya dari Amerika Serikat dalam menangani kasus penipuan hingga masalah pajak.

Namun di sisi lain, ia memiliki sisi gelap sebagai pedofilia dan maniak seks, bahkan disinyalir ia memiliki data-data klien pembesarnya tentang kehidupan menyimpang mereka.

Jeffrey Epstein sendiri meninggal saat menjalani hukuman penjara pada tahun 2019, kematiannya juga penuh kontroversi karena bisa saja dibunuh, seolah hendak menutupi aib-aib para klien pembesar dunia yang dekat dengannya.

Ketika ia sudah meninggal, dokumen-dokumen lawas milik Jeffrey Epstein menjadi sangat penting untuk diinvestigasi.

Baca Juga: Analisis Pidato Donald Trump di Sidang Umum PBB yang Vulgar, Sombong dan Tak Berbasis Data

Dokumen tersebut disebut-sebut merupakan bagian dari kumpulan dokumen yang lebih luas, yang dikenal sebagai Berkas Epstein atau Epstein Files.

Epstein membangun lingkaran sosial yang berisi tokoh publik, termasuk politisi dan selebritas.

Hal ini memicu teori konspirasi yang menyebutkan bahwa ia menyimpan daftar tersebut untuk memeras para kenalannya—dan bahwa kematiannya pada 2019 bukanlah bunuh diri (sebagaimana laporan resmi), melainkan pembunuhan untuk melindungi kliennya.

Hubungannya dengan Donald Trump

Klaim mengenai keberadaan daftar klien pertama kali muncul segera setelah kematian Epstein, kemudian semakin menonjol pada tahun 2025.

Dimana setelah sebuah cuitan (yang kini dihapus) dari mantan penasihat senior Gedung Putih sekaligus pejabat Departemen Efisiensi Pemerintahan, Elon Musk, yang menuduh bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump termasuk dalam daftar tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X