Mengenal Burundi, Negara Paling Miskin dan Tak Bahagia di Dunia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 05:01 WIB
Profil Warga Burundi (trial international)
Profil Warga Burundi (trial international)

KLIK SAJA – Jika kita warga Indonesia kerap mengeluh tentang kondisi negara, seharusnya kita kadang harus selalu bersyukur, karena di belahan dunia lainnya, ada negara yang termiskin dan paling tak bahagia di dunia.

Negara yang dimaksud adalah Burundi, dan sebagian besar dari kita tak mengetahui keberadaannya.

Burundi, secara resmi bernama Republik Burundi, adalah negara yang tidak memiliki garis pantai (landlocked country) di Afrika Timur.

Hal tersebut membuatnya sangat sulit meningkatkan perekonomiannya melalui transportasi Pelabuhan.

Secara ekonomi, Burundi termasuk negara termiskin di dunia berdasarkan PDB per kapita, dengan tingkat kemiskinan, korupsi, ketidakstabilan, otoritarianisme, dan buta huruf yang tinggi.

Laporan World Happiness Report 2018 bahkan menempatkan Burundi di peringkat terbawah kebahagiaan dunia.

Hal ini seolah menahbiskan negara Burundi adalah cerminan 'Wakanda' sesungguhnya.

Burundi adalah anggota Uni Afrika, Pasar Bersama untuk Afrika Timur dan Selatan (COMESA), PBB, Komunitas Afrika Timur (EAC), Organisasi Internasional Frankofon (OIF), dan Gerakan Non-Blok.

Negara ini terletak di Lembah Celah Besar Afrika (Great Rift Valley), tepat di persimpangan antara kawasan Danau-Danau Besar Afrika dan Afrika Tenggara, dengan jumlah penduduk lebih dari 14 juta jiwa. Burundi berbatasan dengan Rwanda di utara, Tanzania di timur dan tenggara, serta Republik Demokratik Kongo di sebelah barat.

Di barat daya, terdapat Danau Tanganyika yang membentuk batas alam negara ini. Ibu kota politiknya berada di Gitega, sementara pusat kegiatan ekonomi terletak di Bujumbura.

Nama “Burundi” berasal dari Raja Urundi yang memerintah wilayah ini sejak abad ke-16. Kata Urundi dalam bahasa Kirundi berarti “yang lain” atau “yang berbeda”.

Pada masa penjajahan Belgia, wilayah Ruanda-Urundi—termasuk ibu kota lama “Usumbura”—diubah namanya dengan menambahkan huruf “B” di depannya menjadi “Bujumbura”.

Masyarakat Twa, Hutu, dan Tutsi telah menetap di Burundi selama sedikitnya 500 tahun.

Selama lebih dari dua abad, Burundi berdiri sebagai kerajaan merdeka. Namun pada tahun 1885, wilayah ini menjadi bagian dari koloni Afrika Timur Jerman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X