4 Masalah Besar Pendidikan di Indonesia yang Tak Kunjung Usai

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 11 Mei 2025 | 20:37 WIB
kondisi SD di Tangerang yang ambruk baru-baru ini (tempo)
kondisi SD di Tangerang yang ambruk baru-baru ini (tempo)

Rendahnya Akses dan Minat Literasi

Literasi Indonesia masih berada di peringkat bawah dalam berbagai survei internasional. Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya akses buku pelajaran yang layak.

Banyak siswa yang harus berbagi satu buku dengan beberapa teman lain.

Padahal, tanpa akses terhadap bahan bacaan berkualitas, bagaimana mungkin mendorong minat baca dan pemahaman kritis siswa? Literasi tidak akan tumbuh dalam ruang yang kering akan bacaan.

Kurikulum yang Terlalu Sering Berubah

Setiap kali kursi Menteri Pendidikan berganti, kurikulum pun ikut dirombak. Seolah-olah setiap menteri ingin meninggalkan jejak sejarahnya sendiri.

Padahal, perubahan kurikulum membutuhkan waktu, sosialisasi, pelatihan guru, hingga pengadaan buku baru—semua itu membutuhkan anggaran besar dan waktu adaptasi yang tidak sebentar. Akibatnya, guru dan siswa terus-menerus berada dalam fase “mencoba menyesuaikan”, bukan mendalami.

Keempat masalah ini adalah luka terbuka dalam dunia pendidikan Indonesia. Selama pendekatan hanya tambal sulam, dan bukan reformasi struktural yang menyeluruh, maka cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa hanya akan menjadi slogan kosong.

Sudah waktunya pemerintah berhenti sekadar mengganti kebijakan, dan mulai membenahi akar permasalahan dengan komitmen nyata.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X