KLIK SAJA - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto berujar, bahwa kondisi perjalanan ke luar negeri masih normal saat merespons adanya tren #KaburAjaDulu dan Indonesia Gelap, di mana warganet mengajak WNI untuk menetap di luar negeri.
"Sejauh ini belum ada sih (peningkatan perjalanan), belum ada ya, masih normal-normal saja," ungkap Agus melalui keterangan resmi, Rabu (19/2/2025).
Menurut Agus, masyarakat harus bersyukur karena tinggal di Indonesia.
Agus mengatakan, bahwa Indonesia merupakan bangsa yang luar biasa dan memiliki semuanya.
"Di sana kalau musim dingin setengah mati, jangan coba untuk jualan di luar, bersyukur lah jadi warga Indonesia," ungkap Agus.
Baca Juga: Mengenal Singkat ‘Cokelat’, Sejarah dan Segudang Manfaatnya Bagi Kesehatan
Sebelumnya, tagar #KaburAjaDulu populer di media sosial.
Banyak masyarakat yang sudah bekerja di luar negeri menyarankan warganet untuk mengikuti jejak mereka bekerja di luar negeri.
Tren tersebut meluas karena banyak pihak yang menyebutkan keuntungan bekerja di luar negeri, yaitu mendapatkan upah yang tinggi dan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.
Tagar ini menjadi sangat viral karena mencerminkan keinginan banyak masyarakat Indonesia untuk mencari pekerjaan di luar negeri, dengan alasan sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak di dalam negeri.
Namun, di balik keinginan tersebut, ternyata tersimpan fakta bahwa bekerja ke luar negeri tidak semudah yang dibayangkan.
Tagar #KaburAjaDulu tak ayal muncul sebagai bentuk ekspresi keinginan untuk "kabur" atau pergi dari Indonesia demi mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.
Banyak yang berandai-andai bahwa bekerja di luar negeri akan memberikan penghasilan lebih tinggi, kualitas hidup yang lebih baik, dan masa depan yang lebih cerah.
Namun, pertanyaannya apakah benar semudah itu?