KLIK SAJA – Perayaan Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari bukan hanya kesempatan untuk bertukar makanan manis dengan teman, keluarga, teman sekelas atau kekasih.
Namun, pada Hari ini juga menjadi alasan yang tepat untuk menikmati comfort food kesukaan banyak orang: cokelat.
Hari Valentine kerap identik dengan saling bertukar bingkisan cokelat.
Namun seberapa tahukah kita tentang coklat serta manfaatnya bagi tubuh kita.
Bahan utama untuk membuat cokelat berasal dari pohon kakao tropis.
Buah polong pohon ini mengandung biji cokelat yang besar.
Baca Juga: Belajar Bagaimana Penanggalan Karbon Membantu Menafsirkan Sejarah Kuno
Setelah biji tersebut dipanen, biji tersebut difermentasi, dipanggang, dan digiling menjadi kakao. Campur kakao tersebut dengan bahan-bahan seperti gula, vanili, dan susu, dan Anda akan mendapatkan cokelat.
Berdasarkan catatan sejarah manusia telah mengkonsumsi kakao sudah selama ribuan tahun.
Pada tahun 2018, para peneliti melaporkan bahwa bukti paling awal dari produk kakao telah ditemukan di Ekuador.
Di sana, masyarakat Mayo-Chinchipe membuat berbagai macam makanan dan minuman dengan kakao sekitar 5.400 tahun yang lalu.
Masyarakat kuno lainnya di Amerika juga menggunakan kakao.
Masyarakat Aztec dan Maya mengolahnya menjadi persembahan untuk dewa-dewa mereka dan bahkan obat-obatan.
Kakao yang pahit menjadi minuman favorit bagi masyarakat Aztec dan Maya selama ribuan tahun.