Ketika bangsa Eropa mendapati Kakao dari masyarakat Amerika Selatan, mereka menambahkan gula dan susu, hingga akhirnya terciptalah produk olahan cokelat yang kita kenal hingga sekarang.
Setelah itu, benih Kakao pun disebar ke seluruh belahan dunia tropis termasuk di Indonesia.
Hingga sekarang pun menjadi ironi, Ketika banyak orang menganggap bahwa produk olahan cokelat terkenal dari Belgia atau Italia, padahal produsen Kakao terbesar ada di Amerika Selatan dan Asia Tenggara.
Kakao memang mengandung beberapa senyawa yang menyehatkan.
Antioksidan, misalnya, ini adalah molekul yang menghambat oksidasi.
Di dalam tubuh, reaksi tersebut dapat merusak DNA.
Baca Juga: Polisi Italia Berhasil Temukan Workshop Ilegal ‘Produksi’ Lukisan Terkenal Palsu di Roma
Mengonsumsi buah, sayur, dan kacang yang kaya antioksidan dapat mengurangi kerusakan tersebut.
Cokelat susu mengandung lebih sedikit senyawa bermanfaat tersebut daripada cokelat hitam.
Cokelat hitam memiliki senyawa yang bermanfaat untuk menenangkan diri dan membantu untuk tidur lebih nyenyak.
Maka tak heran, suku pedalaman Amerika Selatan menyukai minuman Kakao untuk menenangkan diri.
Jadi, para ilmuwan telah menyelidiki cara untuk menambahkannya ke dalam produk cokelat susu.
Ilmuwan lain tengah mempelajari cara-cara untuk membantu menjaga tanaman kakao tetap sehat.
Tanaman ini sangat rentan terhadap penyakit dan hama.
Maka hal tersebut tidak hanya mengancam persediaan permen bagi pecinta cokelat.