Mengenang Gencatan Senjata Natal 1914 Pada Perang Dunia I

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 26 Desember 2024 | 05:10 WIB
Sebuah ilustrasi tentara Inggris dan tentara Jerman saling bersuka cita pada Gencatan Senjata Natal 1914 pada PD I (Wikipedia)
Sebuah ilustrasi tentara Inggris dan tentara Jerman saling bersuka cita pada Gencatan Senjata Natal 1914 pada PD I (Wikipedia)

Bahkan ada laporan tentang pertandingan sepak bola dadakan yang diadakan, dengan para prajurit bermain sepak bola di ruang tandus di antara parit-parit yang berseberangan, dimana dilaporkan pada pertandingan persahabatan tersebut pihak tentara Jerman berhasil menang atas tentara Inggris dengan skor 3-2.

Gencatan senjata seperti ini memang tak disangka sebelumnya selama Perang Dunia Pertama.

Para pemimpin militer, yang terkejut dengan gencatan senjata dan persahabatan tak terduga yang tumbuh subur selama perang, khawatir hal itu akan mengikis keinginan pasukan mereka untuk berperang, dan akan merusak upaya perang.

Tentara Inggris dan Tentara Jerman tampak bermain bola bersama saat Gencatan Senjata Natal 1914
Tentara Inggris dan Tentara Jerman tampak bermain bola bersama saat Gencatan Senjata Natal 1914 (www.history.com)

Di kedua belah pihak, ada perintah yang dikeluarkan untuk menghentikan "persahabatan dengan musuh" dengan ancaman pengadilan militer.

Para perwira diperintahkan untuk menembaki tentara musuh yang mendekati parit dan secara bertahap tembakan mulai terdengar lagi di sepanjang garis, selepas gencatan senjata tersebut.

Perang kembali brutal, dan saat kengeriannya yang tak henti-hentinya meningkat, kepahitan antara negara-negara yang bertikai semakin dalam.

Untuk sesaat, para prajurit di pihak yang berbeda melihat satu sama lain sebagai ayah, saudara laki-laki dan anak yang hanya ingin pulang dan bertemu dengan orang-orang yang mereka cintai.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X