Bahkan ada laporan tentang pertandingan sepak bola dadakan yang diadakan, dengan para prajurit bermain sepak bola di ruang tandus di antara parit-parit yang berseberangan, dimana dilaporkan pada pertandingan persahabatan tersebut pihak tentara Jerman berhasil menang atas tentara Inggris dengan skor 3-2.
Gencatan senjata seperti ini memang tak disangka sebelumnya selama Perang Dunia Pertama.
Para pemimpin militer, yang terkejut dengan gencatan senjata dan persahabatan tak terduga yang tumbuh subur selama perang, khawatir hal itu akan mengikis keinginan pasukan mereka untuk berperang, dan akan merusak upaya perang.
Di kedua belah pihak, ada perintah yang dikeluarkan untuk menghentikan "persahabatan dengan musuh" dengan ancaman pengadilan militer.
Para perwira diperintahkan untuk menembaki tentara musuh yang mendekati parit dan secara bertahap tembakan mulai terdengar lagi di sepanjang garis, selepas gencatan senjata tersebut.
Perang kembali brutal, dan saat kengeriannya yang tak henti-hentinya meningkat, kepahitan antara negara-negara yang bertikai semakin dalam.
Untuk sesaat, para prajurit di pihak yang berbeda melihat satu sama lain sebagai ayah, saudara laki-laki dan anak yang hanya ingin pulang dan bertemu dengan orang-orang yang mereka cintai.***