Analisa Geopolitik Pada Pemberontakan di Suriah

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 12 Desember 2024 | 08:30 WIB
karikatur suriah menjadi rebutan negara adidaya (taghribnews)
karikatur suriah menjadi rebutan negara adidaya (taghribnews)

Iran

Iran dan Suriah telah menjadi sekutu sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979. Suriah mendukung Iran selama perang Iran-Irak pada tahun 1980-an.

Selama perang saudara Suriah, Iran diyakini telah mengerahkan ratusan tentara dan menghabiskan miliaran dolar untuk membantu Assad.

Ribuan pejuang Muslim Syiah yang dipersenjatai, dilatih dan dibiayai oleh Iran - sebagian besar dari gerakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon, tetapi juga dari Irak, Afghanistan dan Yaman - juga telah bertempur bersama tentara Suriah.

Namun, mirip dengan Rusia dengan Ukraina, Hizbullah dilemahkan oleh konflik dengan Israel di Lebanon, yang kemungkinan mempercepat kejatuhan militer Suriah.

Baca Juga: Akhirnya Rezim Assad Jatuh Juga, Bagaimana Masa Depan Suriah?

Israel

Israel merebut Golan dari Suriah pada tahap akhir Perang Enam Hari tahun 1967 dan mencaploknya secara sepihak pada tahun 1981.

Tindakan tersebut tidak diakui secara internasional, meskipun AS melakukannya secara sepihak pada tahun 2019.

Israel telah melakukan ratusan serangan udara terhadap target-target yang terkait dengan Iran di Suriah selama perang, meskipun jarang mengakui serangan tersebut, bahkan saat pemerintahan Assad baru saja jatuh.

Israel mengatakan pihaknya bertindak untuk mencegah senjata jatuh "ke tangan para ekstremis".

Pasukan Israel juga telah merebut zona penyangga demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan. Israel mengatakan perjanjian pelepasan diri dengan Suriah pada tahun 1974 telah "runtuh" ​​dengan pengambilalihan negara tersebut oleh pemberontak.

Negara-Negara Arab

Bagi negara-negara semenanjung Arab, peristiwa pemberontakan di Suriah adalah masa depan baru bagi bangsa Arab.

Dimana selama ini negoisasi agak terhambat dengan kakunya pemerintahan Assad yang terlalu bergantung pada Rusia, namun di sisi lain ia pun gagal menjaga keamanan di negaranya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X