Penulis : Fitrah Jaya Romadhoni
Jurusan : Bisnis Digital
Universitas Bangka Belitung
Pangkal Pinang, 14 Desember 2023 - Kondisi perekonomian Indonesia telah kembali seperti saat sebelum pandemi. Tingginya harga komoditas dan ”low-base effect” membuat Indonesia cenderung cepat pulih ketimbang negara lain.
pertumbuhan ekonomi Indonesia telah kembali normal atau kembali seperti kondisi sebelum masa pandemi Covid-19. Namun, menurunnya harga komoditas berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa tumbuh lebih cepat.
Situasi pandemi Covid-19, pecahnya perang Rusia-Ukraina, inflasi, dan disrupsi rantai pasok global membuat sebagian besar analis ekonomi global menyebut awal tahun 2021 dan 2022 dengan istilah ”ketidakpastian”, ”pemulihan yang lebih lambat”, dan ”potensi resesi atau perlambatan ekonomi”.
Sementara hingga awal tahun 2023, sekilas, performa perekonomian global selama tiga tahun terakhir selalu gagal memenuhi ekspektasi untuk bisa kembali ke kondisi ekonomi sebelum pandemi.
Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,17 persen secara tahunan pada triwulan II-2023 atau meningkat dari triwulan I-2023 yang sebesar 5,03 persen secara tahunan. Kendati pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023 tidak setinggi periode yang sama tahun lalu, yakni mencapai 5,46 persen secara tahunan, pertumbuhan ekonomi saat ini masih normal di kisaran 5 persen seiring dengan meredanya low-base effect
Artikel Terkait
Hadiri Pembinaan Petani di Pekalongan, Ini Janji Jokowi!
Hanya Perlu Input NIK dan NISN, Begini Cara Cek Daftar Nama Siswa Penerima PIP Desember 2023 di Laman Resminya
Bermain Sabar, Ginting Kalahkan Naraoka di Laga Perdana HSBC World Tour Finals 2023
Hasil Liga Champions Tadi Malam : Barcelona Kalah Lagi, City Menang Walaupun Turunkan Lapis Kedua
Inilah Jadwal Lengkap Wakil Indonesi di Hari Kedua HSBC BWF World Tour Finals 2023