Termasuk turnamen yang berlangsung hampir satu abad lalu tersebut, Paraguay hanya mampu memenangkan satu dari delapan laga pembuka Piala Dunia yang pernah mereka jalani.
Selain itu, mereka juga belum pernah menang dalam dua pertandingan sebelumnya melawan negara tuan rumah Piala Dunia.
Terlepas dari catatan sejarah tersebut, La Albirroja bersyukur dapat kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia untuk kesembilan kalinya setelah finis di posisi keenam kualifikasi CONMEBOL.
Tim ini dipimpin oleh Gustavo Alfaro, yang menjadi pelatih asal Argentina ketiga yang menangani Paraguay di ajang Piala Dunia.
Momen terbaik mereka selama kualifikasi adalah kemenangan mengejutkan 2-1 atas juara dunia, Argentina.
Meski kemudian kalah 2-1 dari Amerika Serikat dalam laga persahabatan pada November tahun lalu, Paraguay berhasil bangkit dengan memenangkan tiga dari empat pertandingan berikutnya, termasuk kemenangan telak 4-0 atas Nikaragua pekan lalu.
Paraguay dikenal sebagai tim yang pragmatis. Mereka tidak keberatan memberikan penguasaan bola kepada lawan dan lebih mengandalkan organisasi pertahanan serta situasi bola mati.
Karena tidak banyak yang menjagokan mereka melangkah jauh di turnamen ini, mereka juga tidak terbebani oleh ekspektasi besar.
Kembali tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010—ketika mereka mencatat prestasi terbaik dengan mencapai perempat final—Paraguay berharap dapat memanfaatkan status sebagai tim nonunggulan untuk merusak pesta tuan rumah.
Kondisi Tim dan Prediksi
Amerika Serikat diperkirakan menggunakan formasi tiga bek yang fleksibel pada laga pembuka ini, dengan kapten veteran Tim Ream sebagai pemimpin lini pertahanan.
Miles Robinson dan Mark McKenzie masih bersaing untuk mengisi posisi yang kemungkinan ditinggalkan Chris Richards, karena bek Crystal Palace tersebut baru kembali berlatih setelah pulih dari cedera pergelangan kaki.
Di lini tengah, peran Tyler Adams, Weston McKennie, dan Malik Tillman akan sangat penting dalam menjaga keseimbangan permainan.
Sementara itu, bintang utama tim Christian Pulisic diperkirakan akan bermain di belakang penyerang tunggal Folarin Balogun.
Balogun mungkin mengalami periode yang sulit bersama AC Milan dalam beberapa bulan terakhir, tetapi ia tampil mengesankan saat menghadapi Jerman.