KLIK SAJA - Dua negara yang telah lama menantikan kembalinya mereka ke panggung sepak bola dunia akan saling berhadapan di Stadion Boston, Massachusetts, pada hari Minggu waktu setempat, ketika Haiti menghadapi Skotlandia dalam laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026.
Les Grenadiers dan Tartan Army memasuki Grup C sebagai tim nonunggulan. Mereka menghadapi tantangan berat karena harus bersaing dengan juara dunia lima kali Brasil dan juara Piala Afrika (AFCON) terbaru, Maroko.
Haiti akan tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 52 tahun. Target utama mereka adalah memperbaiki catatan pada debut mereka di Jerman Barat tahun 1974, ketika mereka menelan tiga kekalahan beruntun dan kebobolan 14 gol.
Les Grenadiers memastikan tiket ke turnamen yang kini diikuti 48 tim tersebut setelah meraih enam kemenangan dan dua hasil imbang dalam 10 pertandingan kualifikasi zona CONCACAF.
Mereka berhasil melewati dua fase grup kualifikasi dan memastikan kelolosan berkat kemenangan beruntun atas Kosta Rika (1-0) dan Nikaragua (2-0) pada November 2025.
Pencapaian Haiti menjadi semakin luar biasa jika melihat kondisi di luar lapangan. Situasi keamanan yang serius di dalam negeri memaksa mereka memainkan seluruh pertandingan kandang sekitar 800 kilometer jauhnya, yakni di Curacao.
Bahkan, pelatih kepala Sebastien Migne belum pernah menginjakkan kaki di Haiti sejak ditunjuk 18 bulan lalu.
Haiti, yang merupakan negara dengan peringkat FIFA terendah kedua di Piala Dunia 2026 (peringkat ke-83), gagal meraih kemenangan dalam dua laga persahabatan pertama mereka tahun ini, yakni kalah 1-0 dari Tunisia dan bermain imbang 1-1 melawan Islandia pada bulan Maret.
Namun, mereka kemudian menunjukkan performa impresif dengan menghancurkan Selandia Baru 4-0 lebih dari sepekan lalu.
Meski demikian, pasukan Migne menutup persiapan mereka dengan kekalahan 2-1 dari Peru akhir pekan lalu.
Mereka menyadari bahwa tiga poin pada pertandingan melawan Skotlandia sangat penting untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Skotlandia akan menjalani penampilan kesembilan mereka di Piala Dunia musim panas ini.
Menariknya, mereka kembali tergabung dalam grup yang juga dihuni Brasil dan Maroko, dua negara yang pernah menyebabkan Skotlandia finis di dasar klasemen grup pada Piala Dunia 1998, yang merupakan penampilan terakhir mereka di turnamen ini.
Tartan Army memenangkan empat dari enam pertandingan kualifikasi zona UEFA dan memastikan tiket ke Amerika Utara dengan cara dramatis.