KLIK SAJA - Sama-sama bersaing untuk memperebutkan posisi kedua dan ketiga Grup J, Aljazair dan Austria akan saling berhadapan di Kansas City Stadium pada Minggu pagi waktu setempat dalam lanjutan Piala Dunia.
The Fennecs (julukan Aljazair) berhasil meraih kemenangan bersejarah 2-1 atas Yordania pada pertandingan terakhir mereka, sementara Das Team (julukan Austria) harus mengakui kehebatan Lionel Messi dan Argentina.
Untuk pertama kalinya dalam 11 kesempatan, Aljazair berhasil memenangkan pertandingan Piala Dunia setelah sempat tertinggal lebih dahulu.
Gol dari Amine Gouiri dan Nadir Benbouali membawa mereka mengalahkan Yordania yang berstatus sebagai salah satu tim nonunggulan turnamen dengan skor 2-1.
Tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya pada abad ke-21 setelah edisi 2010 dan 2014, The Fennecs bertekad melangkah ke babak gugur untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka.
Menjelang laga krusial di Kansas City Stadium pada Minggu pagi, pasukan Vladimir Petkovic berada di posisi ketiga klasemen Grup J dengan tiga poin, tertinggal dari Austria hanya karena selisih gol.
Karena itu, Aljazair harus meraih kemenangan kedua mereka di turnamen ini untuk memastikan lolos otomatis ke babak 32 besar sebagai runner-up grup.
Namun, posisi tersebut kemungkinan besar akan mempertemukan mereka dengan juara Eropa, Spanyol, pada babak berikutnya.
Penyerang andalan Mohamed Amoura, yang mencetak 10 dari total 24 gol Aljazair selama kualifikasi Piala Dunia zona Afrika (CAF), mengalami musim panas yang sulit setelah menderita cedera hamstring saat kalah dari Argentina pada 17 Juni.
Austria, yang dianggap sebagai salah satu kuda hitam dari Eropa, kini telah menelan 10 kekalahan dalam 17 pertandingan terakhir mereka di turnamen besar setelah gagal membendung kejeniusan Messi dan rekan-rekannya di Dallas Stadium.
Pada laga tersebut, bintang Inter Miami itu menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Setelah Messi membuka keunggulan Argentina pada babak pertama, Austria dituntut untuk membongkar pertahanan lawan yang sangat terorganisasi.
Namun, pasukan Ralf Rangnick kembali kesulitan ketika menghadapi tim yang bermain dengan blok pertahanan rendah.
Meski demikian, Austria tampil cukup mengesankan pada Piala Dunia pertama mereka dalam 28 tahun terakhir.