KLIK SAJA - Berambisi mengakhiri fase grup dengan catatan sempurna untuk pertama kalinya pada abad ini, Amerika Serikat akan menjamu Turki dalam laga terakhir Grup D Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium pada Kamis waktu setempat.
Kemenangan 2-0 atas Australia pada Jumat lalu membuat tuan rumah bersama tersebut memuncaki klasemen grup, sementara Turki terpuruk di dasar klasemen tanpa poin setelah kalah 0-1 dari Paraguay.
Tampil di putaran final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka, Turki jauh dari performa tim yang pernah meraih peringkat ketiga pada edisi 2002.
Meski generasi emas mereka kali ini sudah dipastikan gagal melaju ke fase gugur, Vincenzo Montella akan tetap melanjutkan tugasnya sebagai pelatih.
Mantan pemain tim nasional Italia tersebut berpeluang mempersembahkan kemenangan pertama Turki di Piala Dunia sejak kemenangan 3-2 atas salah satu tuan rumah Piala Dunia 2002, Korea Selatan, dalam laga perebutan tempat ketiga pada tahun tersebut.
Di sisi lain, tim nasional Turki terancam menelan tiga kekalahan beruntun di ajang internasional untuk pertama kalinya sejak Euro 2020, ketika mereka menutup fase grup tanpa meraih satu poin pun.
Mereka juga berpotensi menjalani setidaknya tiga pertandingan internasional berturut-turut tanpa mencetak gol untuk pertama kalinya sejak periode 2010–2011, ketika gagal membobol gawang lawan dalam empat laga beruntun.
Turki gagal memenangkan dua dari tiga pertandingan fase grup Piala Dunia ketika berhasil mencetak gol pembuka. Selain itu, mereka juga kalah dalam dua pertandingan fase grup saat kebobolan lebih dulu.
Laga Kamis nanti akan menjadi pertemuan pertama Turki melawan tim dari kawasan CONCACAF di ajang Piala Dunia.
Namun, Turki berhasil mengalahkan Amerika Serikat 2-1 dalam pertemuan terakhir kedua tim di East Hartford tahun lalu.
Segalanya berjalan sesuai rencana bagi Amerika Serikat di turnamen ini. Mereka telah memastikan tempat di babak gugur hanya dalam dua pertandingan, sesuatu yang belum pernah mereka capai sebelumnya dalam sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Kemenangan pada Kamis nanti akan menjadi kali pertama tim nasional Amerika Serikat mencatatkan tiga kemenangan beruntun di ajang Piala Dunia.
Selain itu, tim yang dijagokan sebagai pemuncak grup tersebut sudah memastikan diri finis di posisi pertama.
Pelatih Mauricio Pochettino juga berpeluang mencatat sejarah pribadi. Jika mampu mengalahkan Turki, mantan manajer Tottenham Hotspur itu akan menjadi pelatih Amerika Serikat tersukses di Piala Dunia dengan tiga kemenangan, melampaui rekor Bruce Arena dan Robert Millar yang masing-masing mencatat dua kemenangan.