KLIK SAJA - Salah satu pengalaman menonton yang menyenangkan dari Liga Champions dengan format baru musim ini, adalah banyaknya bigmatch yang tersedia tiap pekannya. Seperti pada Kamis (7/11/2024) pukul 03.00 dini hari WIB nanti, ada duel antara Bayern Munchen versus Benfica dan PSG versus Atletico Madrid. Tuan rumah tidak boleh terpeleset lagi kali ini!
Bayern Munchen dua pekan lalu harus meratapi dipermalukan Barcelona 1-4 di Catalan. Hasil itu menyambut kekalahan 0-1 dri Aston Villa di matchday 2, yang seakan membuat kemenangan 9-2 atas Dinamo Zagreb tidak berbekas. Satu yang membedakan Die Roten sekarang, adalah minimnya pengalaman Vincent Kompany di laga Eropa.
Sang lawan, Benfica, cukup menanjak di bawah asuhan pelatih anyar Bruno Lage. Sepuluh laga mereka jalani dengan 9 menang dan sekali kalah dari Feyenoord di matchday 3 lalu. Meski kehilangan tiga poin di kandang, kemenangan meyakinkan 4-0 atas Atletico Madrid sudah jadi bekal sebelumnya.
Di Parc des Princes, Luis Enrique bakal memutar otaknya usai diimbangi PSV (23/10/2024). Empat poin yang sekarang mereka miliki, menunjukkan bahwa skuad muda potensial PSG ini masih kurang berpengalaman di level Liga Champions. Format liga seperti ini, bisa digunakan untuk membentuk karakter kuat tersebut dari satu laga ke laga lainnya.
Sebab tamu yang datang juga dalam tren kebangkitan di dua laga terakhir. Atletico Madrid memutus mimpi buruk usai diterkam Benfica dan Real Betis, lewat kemenangan 2-0 atas Vic dan Las Palmas pekan lalu. Sinyalmen bangkit? Belum tentu juga, sebab dua tim tersebut kualitasnya jauh di bawah Los Colchoneros.
Bayern Munchen vs Benfica, Allianz Arena Bisa Berpesta Lagi
Kekalahan back-to-back di kandang Aston Villa serta Barcelona tidak bisa dianggap sebagai krisis di kubu Bayern Munchen. Di Villa Park mereka hanya tidak beruntung gagal mencetak banyak gol ke gawang kiper kuat, Emiliano Martinez. Sementara di Lluis Companys, kenaifan Victor Kompany meladeni permainan terbuka Hansi Flick harus jadi pelajaran bagus untuknya.
Kembali main di Allianz Arena melawan Benfica, cerita di atas tentu sulit terulang lagi. Banyak faktor yang membuat pendukung Die Roten layak untuk berpesta lagi. Selain keunggulan faktor teknis, secara head to head Bayern juga sangat dominan dengan menang 7 kali dan seri 3 kali dalam 10 laga terakhir melawan Benfica.
Hasil buruk di Villa Park juga sudah dilupakan dengan memetik tiga kemenangan beruntun atas VfL Bochum, Mainz 05 (DFB-Pokal), dan Union Berlin dengan skor meyakinkan. Bahkan di Bundesliga, mereka kini berhasil menjauh dari kejaran RB Leipzig lewat perolehan 23 poin.
Di laga ini Vincent Kompany masih belum bisa memainkan Sacha Boey, Josip Stanisic, Aleksandar Pavlovic, dan Hiroki Ito yang masih cedera. Pemain yang sedang on-fire saat ini, tentu adalah Harry Kane. Mencetak 17 gol dari 14 penampilan, mood kapten Timnas Inggris makin terangkat setelah ia meraih trofi Gerd Mueller di Ballon d'Or 2024.
Setali tiga uang, Benfica juga bisa bangkit di laga domestik usai kekalahan 1-3 atas Feyenoord. Bruno Lage membuktikan saat itu ia hanya sedikit keliru memprediksi arah permainan, dan berharap bisa memperlakukan Bayern layaknya Atletico Madrid.
Artikel Terkait
Akhirnya Ruben Amorim Sah Juga, Head Coach Baru Manchester United Nih!
Taklukkan Svay Rieng FC 2-1, Madura United Pastikan Kelolosan ke Perempat Final AFC Challenge League 24/25
Kena Comeback dan Ditaklukkan Atlanta United 1-2, Inter Miami Masih Harus Jalani Leg Ketiga Playoff MLS!
Hasil Serie A Napoli vs Atalanta 0-3, Dua Gol Ademola Lookman dan Strategi Brilian Gasperini Pecundangi Sang Capolista
Hasil Premier League Tottenham Hotspur vs Aston Villa 4-1, Dominic Solanke Pimpin Comeback Super Spurs!
Prediksi Club Brugge vs Aston Villa dan Shakhtar Donetsk vs Young Boys, Menanti Keteguhan Skuad Unai Emery