Ia mengatakan bahwa pemerintah Aceh akan menindak tegas oknum yang mengambil jatah masyarakat, terutama mereka yang berada di pedalaman.
Mualem juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk saling membantu, bukan justru memanfaatkan situasi.
Menurutnya, banyak warga di daerah pelosok yang bahkan belum menerima bantuan secara penuh karena akses yang terbatas.
Ia mengingatkan bahwa bencana bukan hanya soal kehilangan rumah atau harta, tetapi juga soal keadilan dalam distribusi bantuan.
Baca Juga: Aturan Usia Medsos Diperketat, PSE Kini Bisa Disanksi Jika Kebobolan Pengguna Anak di Bawah Umur
Ucapan itu menjadi alarm moral di tengah euforia berbagai pihak yang ingin menyalurkan dukungan.
Bagi Mualem, solidaritas sesama warga adalah pondasi utama pemulihan.
Rapat dengan Presiden Prabowo
Setelah menggelar rapat dengan Presiden Prabowo, Mualem mengungkapkan bahwa ada banyak fasilitas di Aceh yang masih jauh dari cukup.
Ia mengatakan bahwa laporan dari tiap pihak dikumpulkan dan disinkronkan untuk memastikan kebutuhan di lapangan tidak saling tumpang tindih.
Salah satu kekurangan paling besar adalah tenaga medis karena banyak daerah yang membutuhkan dokter tambahan secara mendesak.
Mualem menyebut bahwa langkah-langkah untuk memperbantukan tenaga kesehatan baru sedang dibahas agar proses penanganan bisa lebih cepat.
Menurutnya, Aceh membutuhkan gerak cepat dan kolaborasi penuh agar pemulihan tidak berlarut-larut.
Ia menilai pertemuan dengan Presiden menjadi momentum penting untuk menyambungkan hal-hal yang selama ini terputus.