Ia bahkan dengan lugas mengatakan bahwa mempersulit bantuan adalah tindakan bodoh.
Gaya bicara blak-blakan itu menggambarkan kepeduliannya terhadap warga di pedalaman yang hingga kini masih belum menerima bantuan sepenuhnya.
Di tengah kondisi yang masih berat, ia berharap tidak ada pihak yang justru mengambil keuntungan pribadi dari situasi genting ini.
Tim China Turun ke Lokasi
Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah kehadungan tim dari China yang diterjunkan untuk membantu mendeteksi korban tertimbun lumpur maupun longsoran.
Mualem menjelaskan bahwa tim tersebut bukan berasal dari pemerintah China, melainkan dari sebuah LSM yang bekerja sama dengan banyak pihak.
Mereka memiliki keahlian teknis untuk membaca pergerakan tanah dan mendeteksi potensi lokasi jenazah yang belum ditemukan.
Saat ini mereka tengah menyisir titik-titik yang paling parah terdampak banjir dan longsor.
Menurut Mualem, keberadaan tim tersebut sangat membantu karena medan di beberapa lokasi terlalu sulit jika hanya ditangani relawan lokal.
Ia menegaskan bahwa semua tenaga luar yang memiliki kemampuan teknis spesifik perlu disambut, bukan dicurigai.
Dengan teknologi dan pengalaman mereka, proses evakuasi diharapkan bisa jauh lebih cepat.
Mualem Ingatkan Jangan Ada yang Ambil Kesempatan dalam Air Keruh
Dalam kesempatan yang sama, Mualem mengingatkan keras agar tidak ada pihak yang menahan atau menyalahgunakan bantuan untuk kepentingan pribadi.
Artikel Terkait
Dari Engineer Migas 5 Hari Tak Tidur hingga Menkeu Terbaik, Begini Perjalanan Liar Purbaya Yudhi Sadewa!
PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Apa Hubungannya dengan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra?
DPR Memanas! Usman Husin Minta Menteri Kehutanan Mundur di Tengah Sorotan Banjir Sumatera
Firman Soebagyo hingga Puan, Bantuan Bencana Jangan Jadi Ajang Pencitraan
Kayu Gelondongan Melintas Setelah Bencana? Titiek Soeharto: ‘Saya Sedih, Miris, dan Marah’