nasional

Dari Banyumas ke Cilacap, BGN Ungkap Masalah Kuota SPPG dan Jawabannya Bukan PHK

Minggu, 7 Desember 2025 | 06:56 WIB
Dari Banyumas ke Cilacap, BGN Ungkap Masalah Kuota SPPG dan Jawabannya Bukan PHK

Selain itu, MBG berkontribusi menurunkan kemiskinan ke angka 5,8 persen.

Arief Anshori Yusuf menegaskan bahwa program ini pro-job dan pro-kerakyatan.

Artinya, relawan dapur adalah bagian dari rantai ekonomi yang sangat besar.

Kehilangan tenaga mereka berarti merusak ekosistem yang sudah terbentuk.

Baca Juga: Duka Sumatera Setelah Banjir dan Longsor! BNPB Paparkan Angka Korban, Wilayah Masih Terisolasi, dan Upaya Penyelamatan

Karena itu, mempertahankan relawan adalah bagian dari mempertahankan dampak positif program di tingkat nasional.

MBG Kini Menjangkau Lebih Banyak Kelompok Rentan

Saat ini, MBG tidak hanya menyasar siswa sekolah saja. Program ini telah diperluas ke kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, anak putus sekolah, anak jalanan, dan anak pemulung.

Perluasan ini menunjukkan bahwa MBG bukan sekadar intervensi gizi, tetapi intervensi kemanusiaan.

Baca Juga: Tim Gabungan Genjot Pembersihan Lumpur, Mobilitas Warga dan Distribusi Barang di Aceh–Sumbar Mulai Lancar

Relawan dapur menjadi ujung tombak yang memastikan makanan layak sampai ke tangan yang tepat.

Tanpa mereka, rantai distribusi akan terputus dan kelompok rentan terabaikan.

Nanik menekankan bahwa keberhasilan MBG bergantung pada manusia yang menggerakkannya.

Karena itu, PHK sama sekali bukan pilihan yang sejalan dengan semangat program.***

Halaman:

Tags

Terkini