nasional

Dari Banyumas ke Cilacap, BGN Ungkap Masalah Kuota SPPG dan Jawabannya Bukan PHK

Minggu, 7 Desember 2025 | 06:56 WIB
Dari Banyumas ke Cilacap, BGN Ungkap Masalah Kuota SPPG dan Jawabannya Bukan PHK

KLIK SAJA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengirim pesan keras namun jernih kepada seluruh mitra MBG, jangan sekali-kali memecat relawan.

Meski jumlah penerima manfaat mengalami penyesuaian, pemerintah ingin memastikan dapur tetap hidup dan ekonomi lokal tetap berputar.

Dari Cilacap, Nanik merinci alasan, solusi, hingga temuan lapangan yang membuat BGN mengambil sikap tegas.

Larangan PHK Jadi Garis Merah BGN

BGN menegaskan bahwa relawan dapur MBG tidak boleh di-PHK dalam kondisi apa pun, bahkan ketika jumlah penerima manfaat mengalami penurunan.

Baca Juga: Perang Dunia Berdampak ke Harga BBM? Prabowo Ungkap Pentingnya Kemandirian Energi dalam Situasi Global Tak Stabil

Pesan ini disampaikan Nanik S. Deyang di hadapan para mitra dan SPPG di Cilacap.

Ia menegaskan bahwa relawan adalah tulang punggung program, bukan sekadar “tenaga tambahan”.

Ketika relawan diberhentikan, yang hilang bukan hanya tenaga kerja, tetapi juga stabilitas dapur.

MBG dirancang untuk menjadi program yang tahan banting baik dari sisi gizi maupun ekonomi.

Karena itu, memecat relawan dianggap bertentangan dengan semangat program.

Baca Juga: Dari Logistik Darat hingga Airdrop, Ini Penjelasan Lengkap TNI Soal Distribusi Bantuan Korban Banjir Sumatera!

Sikap tegas ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia tak boleh dilakukan dengan menyingkirkan manusia lainnya.

MBG Bukan Cuma Gizi, Tapi Ekonomi yang Harus Terus Hidup

Halaman:

Tags

Terkini