Dari Logistik Darat hingga Airdrop, Ini Penjelasan Lengkap TNI Soal Distribusi Bantuan Korban Banjir Sumatera!

photo author
- Minggu, 7 Desember 2025 | 05:08 WIB
Dari Logistik Darat hingga Airdrop, Ini Penjelasan Lengkap TNI Soal Distribusi Bantuan Korban Banjir Sumatera! (Kapuspen TNI buka suara mengenai kritikan pada bantuan bencana Sumatera melalui airdrop. (Instagram/puspentni))
Dari Logistik Darat hingga Airdrop, Ini Penjelasan Lengkap TNI Soal Distribusi Bantuan Korban Banjir Sumatera! (Kapuspen TNI buka suara mengenai kritikan pada bantuan bencana Sumatera melalui airdrop. (Instagram/puspentni))

“Saya tegaskan di sini bahwa keamanan dari kru, keamanan dari alutsista dalam hal ini helikopter atau pesawat, serta keamanan dari masyarakat itu yang jadi prioritas kami,” tegasnya.

TNI juga mengatur ritme distribusi agar tidak mengorbankan keselamatan pada medan yang rentan.

“Jadi, evaluasi tetap bagaimana percepatan pendistribusian logistik, tapi tetap tidak mengabaikan sisi keamanan,” sambungnya.

Kondisi medan yang lembek, terbuka, atau penuh puing membuat proses distribusi jauh dari mudah.

Baca Juga: Duka Sumatera Setelah Banjir dan Longsor! BNPB Paparkan Angka Korban, Wilayah Masih Terisolasi, dan Upaya Penyelamatan

Karena itu, setiap penerjunan harus mempertimbangkan risiko turbulensi puing, jarak aman, hingga kondisi helikopter.

Keputusan untuk menunda atau mengubah rute sering kali diambil demi menjaga keselamatan seluruh personel.

Penentuan Titik Airdrop Harus Melalui Pertimbangan Medan yang Ketat

Tidak semua lahan kosong bisa dijadikan lokasi penjatuhan bantuan.

Freddy menjelaskan bahwa drop zone harus memenuhi syarat tertentu agar aman bagi pesawat maupun masyarakat.

“Kita butuh dropping zone yang layak, sementara di daerah-daerah terisolir itu banyak tempat terbuka, medan terbuka, tapi tidak layak,” terangnya.

Di banyak lokasi, tanah tampak luas seperti lapangan, tetapi kondisi fisiknya lembek dan tidak stabil.

Baca Juga: Ironi! Presiden Prabowo Banggakan Kelapa Sawit di Tengah Situasi Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra

“Jadi, kelihatan luas seperti lapangan, tapi tanahnya lembek-lembek kemudian lunak, tidak layak untuk didarati,” lanjutnya.

Selain itu, puing-puing bangunan dapat terangkat oleh baling-baling helikopter dan menciptakan bahaya baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X