Selain tenda, TNI turut mengirimkan kasur, tempat tidur, kebutuhan bayi, dan pakaian.
Freddy menegaskan bahwa bantuan bersifat dinamis karena kebutuhan masyarakat berubah dalam hitungan jam saat bencana berlangsung.
Di banyak titik pengungsian, warga membutuhkan barang berbeda akibat tingkat kerusakan tempat tinggal yang variatif.
Karena itu, TNI mengklaim pendistribusian terus menyesuaikan realitas di lapangan.
“Jadi, kebutuhan yang mendesak, pakaian dan sebagainya nanti itu akan dinamis sesuai dengan kenyataan di lapangan,” tambahnya.
Baca Juga: BRI Perkuat Komitmen ESG Lewat Aksi Tanam Pohon dan Bantuan Sosial untuk Warga Sekitar
Evaluasi Airdrop Dilakukan Setelah Kritik Publik Soal Bantuan yang Rusak
Penggunaan metode airdrop sempat menuai kritik setelah sejumlah video memperlihatkan bantuan pangan yang rusak parah saat mendarat.
Freddy mengakui bahwa metode itu memang memiliki risiko, terutama bila medan tidak mendukung.
Namun, ia menegaskan alasan mengapa airdrop dipilih karena banyak wilayah terisolir masih mustahil ditembus melalui jalur darat.
“Kita terus mengevaluasi proses distribusi bantuan lewat udara, perlu saya tekankan bahwa di momen saat ini, khususnya pada tempat-tempat yang terisolir, sulit dijangkau,” kata Freddy.
Meski demikian, TNI tetap berupaya mempercepat pengiriman logistik karena kebutuhan mendesak tidak bisa menunggu.
Baca Juga: Indonesia Negara Paling Dermawan? Penanganan Bencana Sumatera Jadi Bukti Nyata di Lapangan
“Masih tertutup, masih terputus jalan daratnya. Itu kemampuan, kekuatan udara itu sangat mendukung,” lanjutnya.
Dengan berbagai model airdrop, mereka mengutamakan kecepatan dibanding menunggu jalan dibuka.
Artikel Terkait
Dari Evakuasi Korban hingga Kelangkaan Beras, Potret Lengkap Krisis Longsor dan Banjir Tapteng!
Dari Engineer Migas 5 Hari Tak Tidur hingga Menkeu Terbaik, Begini Perjalanan Liar Purbaya Yudhi Sadewa!
PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Apa Hubungannya dengan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra?
DPR Memanas! Usman Husin Minta Menteri Kehutanan Mundur di Tengah Sorotan Banjir Sumatera
Firman Soebagyo hingga Puan, Bantuan Bencana Jangan Jadi Ajang Pencitraan