Ini berarti gedung-gedung penting negara harus selesai tepat waktu agar bisa langsung difungsikan.
DPR mempertanyakan apakah percepatan pembangunan ini memiliki mitigasi risiko yang jelas.
Sebab, target yang terlalu cepat berisiko menghasilkan bangunan kurang optimal.
Basuki mengakui ada tantangan, tapi menurutnya semua sudah punya jalur pengerjaan masing-masing.
Kini yang dibutuhkan, menurutnya, adalah kolaborasi erat antara eksekutif dan legislatif.
Waktu memang mepet, tapi semua pihak sepakat bahwa pusat pemerintahan baru tidak boleh setengah matang.
Pemindahan ASN Dimulai 2025: 1.700–4.100 Orang Akan Dipindah
Basuki menyebut pemindahan ASN sudah dimulai, bukan lagi rencana masa depan.
Tahun 2025 ditargetkan memindahkan 1.700 hingga 4.100 ASN, lengkap dengan hunian dan fasilitas kerja yang sudah disiapkan.
Meski angka ini tergolong kecil dibanding total 1,3 juta ASN pusat, bagi DPR ini tetap langkah besar yang tak boleh salah hitung.
Komisi II ingin memastikan bahwa hunian, transportasi, hingga lingkungan kerja benar-benar layak.
Baca Juga: Akhiri Era Roaming Mahal, Bundling iPhone 17 x IM3 Platinum Bawa Kuota Lintas Negara ke Level Baru
Jangan sampai para ASN datang ke IKN namun tidak memiliki fasilitas dasar, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan kinerja memburuk.
Perpindahan ASN tahap awal ini menjadi tes pertama kesiapan IKN secara nyata.
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Video Call! Apa Saja yang Dibahas Prabowo dan Starmer soal Maritim, Pendidikan, dan Dunia?
Koalisi Sipil Meradang! KUHAP Baru Disebut Membatasi Hak, Membuka Ruang Abuse, hingga ‘Jeruk Makan Jeruk’
Dari Surabaya ke Jakarta, Suhu Politik PBNU Menghangat: Fakta Lengkap Bantahan Gus Yahya!
Di Podium G20, Gibran Bicara Lantang Soal Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Indonesia
Di Tengah Erupsi Semeru, Warga Bertahan, Anak-anak Bersiap Sekolah dan Jarak Aman Semakin Ketat